Ajang Ukur dan Timba Pengalaman, Dua Atlet Jujitsu Lolos PON Ikuti Kejuaraan Internasional di Bali

Konikepri.id – Empat atlit Jiujitsu Provinsi Kepri masing masing Danang Yoga Gunawan, Tomy Rino, Bryan M. Farizal dan Muhammad Akbar, berangkat ke Bali untuk mengikuti Asian Regional Championship South East Asia pada tanggal 6-7 Juli 2024.

Dari keempat orang tersebut, dua diantaranya adalah atlit yang akan memperkuat kontingen Kepri pada PON XXI dengan cabor Jiujitsu akan dilaksanakan di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Keberangkatan mereka darii Bandara Hang Nadim dilepas langsung oleh Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) II KONI Kepri Burralimar , Bambang dan Chris Triwinasis.

Buralimar,  berpesan kepada Danang dan tim  agar menjaga kesehatan selama di Bali dan semangat pada setiap pertandingan. “Olahraga bela diri termasuk Jiujitsu didalamnya adalah olahraga keras, butuh fokus dan daya juang yang tinggi,” kata Burralimar.

Buralimar menyebut, partisipasi mengikuti Asian Regional Championship ini bertujuan untuk mengukur dan menimba pengalaman sebagai modal berharga menuju PON nantinya.

“Mengingat ini pertandingan tingkat Regional Asia, sudah tentu persaingan dan pertarungan akan berjalan dengan ketat dan keras. Tetap percaya diri dan tetap menjaga sportifitas serta patuh kepada instruksi dan arahan pelatih,” kata dia.

Seperti diketahui bahwa Danang Yoga akan turun pada kelas 69 Jiujitsu newaza, sementara Tomy Rino pada kelas 77 kg fighting style.

Danang peraih medali perak pada BK PON tahun lalu, saat keberangkatan juga diantar oleh bapaknya. Ini wujud perhatian dan ijin dari orangtua kepada para atlit yang juga anaknya.
Danang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, tahun ini lulus dari SMK Kartini Batam.

Untuk sementara fokus pada persiapan dan partisipasinya pada PON mendatang.
Pak Indra Gunawan ayah kandung Danang, menuturkan bahwa sang anak sejak SMP sudah ditinggal oleh ibunya karena sakit. Anak ini semangat berlatih dalam menekuni olahraga saat kuat, untuk menunda kuliah dan lebih memilih berlatih Jiujitsu menuju PON itu juga atas kemauannya sendiri.

Selalu orangtua, saya tidak memaksakannya, imbuh bapak dari tiga anak tersebut.
Disisi lain, Tomy yang lebih berisi dan kekar tidak melanjutkan kontrak kerjanya, kendati pihak perusahaan tempat dia bekerja menawari untuk perpanjangan kontrak kerja.
Alasan Tomy, agar latihan lebih fokus dan waktu berlatih lebih teratur antara berlatih dan beristirahat.

Kekompakan kedua atlit jiujitsu untuk sama sama lebih serius dan rutin berlatih memberikan rasa bangga bagi sang pelatih. (tjo)

Berita Lainnya
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini