Jujitsu Kepri Siap Unjuk Gigi di Jakarta Jujitsu Open 2026, Andalkan Kombinasi Atlet Muda dan Senior

Konikepir.id – Belasan atlet muda Jujitsu Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan siap tampil dan menguji kemampuan di ajang nasional bergengsi Jakarta Jujitsu Open 2026 yang akan digelar pada 30–31 Mei mendatang di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi langkah penting dalam mengasah mental tanding sekaligus mengukur perkembangan teknik para atlet muda Kepri di level nasional.

Di bawah bimbingan dua atlet senior peraih medali PON XXI, Danang (perak) dan Tomi (perunggu), tim Jujitsu Kepri datang dengan kombinasi semangat muda dan pengalaman bertanding. Keduanya tidak hanya berperan sebagai mentor, tetapi juga masih akan turun langsung sebagai atlet, mengingat usia mereka yang masih sangat produktif, khususnya Danang yang belum genap 21 tahun.

Head Coach tim, Oji, mengungkapkan optimisme terhadap kesiapan anak asuhnya, terlebih dengan dukungan penuh dari para orang tua atlet. Ia menilai, kehadiran wajah-wajah baru di ajang nasional ini menjadi momentum penting dalam regenerasi atlet Jujitsu Kepri sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta potensial di masa depan.

Oji menyebut saat ini Prestasi Jujitsu Kepulauan Riau (Kepri) telah terbukti di ajang nasional dan internasional. Capaian itu belum membuat puas pengurus, pelatih, atlet dan semua praktisi jujitsu di Kepri. “Rasa bangga, tentu ada,” sebut Rozi Juhendra. Sosok pria inilah yang membuat Jujitsu, olahraga beladiri prestasi ini terkenal di Kepri.

Berpusat pengembangan di Batam, keberadaan Jujitsu kini sudah ada di 5 Kabupaten/kota di Kepri. Pelatihan berpusat di camp-camp beladiri campuran, maupun dojo khusus jujitsu. Bahkan, tak sedikit bergeliat di dojo khusus profesional perusahaan pengamanan seperti PT Bhakti Tidar Nusantara (Bhatara) dan pelatihan di instansi penegak hukum.

“Walau kini Jujitsu telah masuk beladiri prestasi, tapi pola latihannya tetap latihan yang berfokus pada teknik-teknik pengamanan dan beladiri tangan kosong,” jelas pria yang akrab disapa dengan sebutan Shihan Oji ini. Khusus pada capaian prestasi, kini Oji sedang menyiapkan atlet usia muda kelompok umur. Atlet-atlet tersebut dikelompokan menjadi kategori U8 (6 & 7 tahun), U10 (8 & 9 tahun), U12 (10 &11 tahun), U14 (12 & 13 tahun), U16 (14 & 15 tahun), serta U18 (16 & 17 tahun).

“Tujuannya agar estafet prestasi terus berlanjut,” jelas pemegang Sabuk Hitam DAN IV Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini. Capaian prestasi atlet Jujitsu Kepri, M Danang Gunawan dan Tomi Riono pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut, kata Oji, menjadi bukti nyata bahwa program pelatihan yang diterapkan selama ini sudah benar. “Tapi terus kami perbaiki karena perkembangan teknik jujitsu dan revisi aturan-aturan pertandingan pasti terus terjadi,” ujar pria yang juga sebagai Kepala Humas Komite Wasit Nasional (KWN) Jujitsu Indonesia ini.

Saat ini, Oji sedang menyiapkan kelompok atlet usia muda. Beberapa nama telah mencuat ke permukaan. Semisal, Kenzie Aryasatya Ayazi. Atlet yang kini masih berusia 14 tahun ini sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Di usianya yang masih dini, ia telah mengalungi banyak medali kejuaraan tingkat daerah dan nasional. Bahkan, Kenzie juga tergabung dalam kontingen Jujitsu Indonesia pada Kejuaraan Dunia Jujitsu 2025 di Thailand.

Selain itu, ada juga Nathaniella Beby Soputan atau Tata. Tahun 2025 lalu, pada debutnya di ajang nasional, Tata langsung ‘menghentak’ dengan meraih perunggu Jiujitsu -48 Kg Putri pada PON Beladiri II/2025 Kudus. Walau masih relatif muda, Tata tak gentar tanding di kelas senior tersebut. Pada Kejuaraan Jakarta Jujitsu Open ini, Tata akan tanding di U18: Jiujitsu -48 Kg Putri & Fighting System -48 Kg Putri.

Kini, di bawah bimbingan senior, Danang (perak PON XXI) dan Tomi (perunggu PON XXI), belasan atlet muda Jujitsu Kepri akan ujicoba di Kejuaraan Terbuka paling bergengsi di Indonesia: Jakarta Jujitsu Open 2026, 30 – 31 Mei mendatang. “Kami juga bangga dan senang, sebab para orang tua dari atlet-atlet muda ini sangat mendukung keberangkatan atlet-atlet muda kita ini,” ujar Oji, yang juga turun langsung menyiapkan atlet sebagai Head Coach.

Sebagian banyak dari belasan atlet muda ini merupakan wajah baru di event tingkat nasional. Danang dan Tomi, yang ikut membimbing tim, pada event ini masih ikut bertanding. “Sebab Danang dan Tomi ini memang masih pada usia produktif sebagai atlet, terutamanya Danang yang kini belum genap berusia 21 tahun,” jelas Oji.

Saat ini, tercatat 12 atlet yang sedang menyiapkan diri: Danang, Tomi, Kenzie, Ronal, Galang, Ade, Cio, Tata, Airin, Memey, Khanza dan Mandhira. Ada kemungkinan jumlah atlet yang ikut Jakarta Jujitsu Open 2026 ini akan terus bertambah. “Persiapan atlet masih berlangsung, batas pendaftaran juga masih lama,” jelas Oji. Pada event tersebut, ada dua kategori pertandingan: Jiujitsu dan Fighting System. “Kita ikut daftar di dua kategori ini,” sebut pemegang sabuk Hitam Jujitsu dan Sabuk Ungu Brazilian Jiujitsu ini.

Dari atlet yang berangkat tersebut, ada beberapa nama yang sudah matang di kategori Combat / Contact Jujitsu, di antaranya: Ronal, Tomi dan Danang. Pada event tersebut, Danang dan Ronal fokus menyiapkan diri di kategori Jiujitsu atau Newaza. Pada kategori ini, atlet akan bertanding dengan strategi Jiujitsu tanpa teknik pukulan dan tendangan. Pada kategori gaya combat, Ronal bahkan sudah bertanding dan menang pada event di luar Jujitsu, semisal One Pride MMA. Sedangkan Danang, pernah meraih Perunggu Kejuaraan Dunia Contact Jujitsu di Thailand.

Oji berharap, dengan disiapkannya atlet-atlet kelompok umur ini, di bawah bimbingan semangat senior yang berprestasi, prestasi Jujitsu Kepri tidak akan terhenti. Keberangkatan atlet muda ini juga didukung oleh sejumlah dojo Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) di Kepri, khususnya Batam, di antaranya: Kenacha Martial Arts, Dojo Kenzo, Bhatara Sakti, dll. Bahkan sebagian atlet yang berangkat ini tercatat sebagai atlet Jujitsu Batam yang akan memperkuat Kota Batam pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI/2026 ini.

Oji menjelaskan, dipilihnya Kejuaraan Jakarta Jujitsu Open 2026 lantaran pada event level nasional ini selalu diikuti oleh atlet-atlet hebat dari Jakarta, Jabar dan sejumlah provinsi di daratan jawa yang dikenal sebagai provinsi penghasil atlet-atlet hebat. Tak hanya pada cabor jujitsu, provinsi-provinsi tersebut juga dikenal sebagai gudangnya atlet berprestasi. “Jadi, saat atlet kita mampu bersaing di kejuaraan ini, kita bisa mengukur sejauh mana capaian program pelatihan yang sudah kita terapkan,” jelas pria yang dipercaya menjadi Ketua Umum Pengprov Jujitsu Kepri periode kedua ini.

Ketum KONI Kepri Usep RS

Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan yang dilakukan oleh Pengprov Jujitsu Kepri hingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di level nasional bahkan internasional. Menurutnya, keikutsertaan atlet muda dalam Jakarta Jujitsu Open 2026 menjadi bukti bahwa sistem pembinaan berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

“Ini bukan hasil instan, tapi buah dari proses panjang, disiplin latihan, serta kolaborasi antara pelatih, pengurus, dan dukungan orang tua. Kita melihat Jujitsu Kepri sudah mulai menunjukkan kelasnya, tidak hanya di nasional, tapi juga sudah menembus ajang internasional. Ini harus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Usep.

Ia juga menegaskan, KONI Kepri akan terus mendorong cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi untuk berkembang lebih jauh, termasuk melalui dukungan terhadap keikutsertaan atlet di berbagai kejuaraan. “Kita ingin estafet prestasi ini tidak putus. Atlet muda yang sekarang tampil harus dipersiapkan menjadi tulang punggung Kepri di event besar ke depan, termasuk PON dan kejuaraan internasional,” tutupnya.

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini