Atlet Bola Tangan Jalani Pelatnas Mandiri di Pontianak Hadapi Kualifikasi Dunia di Thailand

Konikepri.id – Para atlet bola tangan Indonesia terus mengasah kemampuan melalui program pelatnas mandiri yang saat ini digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Persiapan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam menyambut ajang penting: Kualifikasi Kejuaraan Dunia Bola Tangan kategori Junior dan Youth tingkat Asia yang akan digelar di Thailand pada 2025.

Pelatnas mandiri ini menjadi langkah strategis Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB.ABTI) dalam menjaga kontinuitas pembinaan, meskipun dengan keterbatasan anggaran. Selain pelatnas di Pontianak untuk nomor bola tangan dalam ruangan, pelatnas bola tangan pantai juga digelar secara paralel di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Umum PB.ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar menyampaikan laporan ini langsung saat audiensi bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman di kantor KONI Pusat, Jakarta, pada Rabu, 10 Juli 2025. Ia mengungkapkan bahwa PB.ABTI tetap menjaga ritme organisasi dengan terus menjalin koordinasi yang baik di tengah proses pembinaan yang mandiri.

“Selama kepengurusan saya, kegiatan tidak luput dari koordinasi. Kami sekarang sudah ada 30 provinsi, sebelumnya 17 provinsi,” ungkap Zulfydar. Penambahan jumlah provinsi ini menjadi indikator positif terhadap makin luasnya minat dan pengembangan olahraga bola tangan di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ketum KONI Pusat Marciano Norman memberikan apresiasi tinggi kepada PB.ABTI dan seluruh atlet yang tengah berlatih keras di dua kota tersebut. Ia menyampaikan semangat dan doa bagi tim Indonesia agar dapat tampil optimal dalam babak kualifikasi yang menjadi gerbang menuju kejuaraan dunia.

“Selamat kepada atlet-atlet Bola Tangan Indonesia yang akan mengikuti kualifikasi kejuaraan dunia Youth dan Junior tahun 2025 di Thailand. Sukses untuk Bola Tangan Indonesia,” ujar Marciano, menyiratkan dukungan moral penuh kepada seluruh kontingen.

Marciano juga memuji semangat PB.ABTI yang tetap konsisten melakukan pembinaan meski dalam situasi yang serba terbatas. Ia optimistis dengan kegigihan tersebut, bola tangan Indonesia dapat meraih pencapaian signifikan di level Asia maupun dunia. “Pak Ketum PB.ABTI berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pembinaan,” tambahnya.

Sebagai cabang olahraga yang masuk dalam program Olimpiade, bola tangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Selain itu, cabang ini juga masuk dalam daftar pertandingan resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON), baik untuk kategori indoor maupun pantai, sehingga pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan.

KONI Pusat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong cabang-cabang olahraga yang sudah menunjukkan keseriusan seperti bola tangan. Dengan adanya pelatnas mandiri ini, diharapkan lahir atlet-atlet tangguh yang mampu mengibarkan Merah Putih di pentas internasional.

PB.ABTI sendiri kini tengah fokus tidak hanya pada sisi teknis, namun juga penguatan organisasi dan pemetaan potensi daerah. Kombinasi antara pembinaan terprogram dan penyebaran wilayah yang merata menjadi kunci agar bola tangan Indonesia semakin kompetitif di masa depan. (tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini