PON XXI 2024 Aceh-Sumut, Pertandingkan 87 Disiplin Cabang Olahraga

Konikepri.id – KONI Pusat sebagai penanggunjawab penyelenggaraan PON senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PON. Salah satu fokus utama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan PON yakni pelaksanaan pertandingan cabang olahraga.

Hal ini dikarenakan pelaksanaan PON juga sebagai tolok ukur dalam peningkatan prestasi olahraga nasional.

Pelaksanaan pertandingan pada penyelenggaraan PON sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan babak kualifikasi yang merupakan persyaratan peserta untuk dapat lolos menuju PON.

Pelaksanaan PON sesuai dengan Peraturan Organisasi KONI tentang Pekan Olahraga Nasional melalui beberapa tahapan dan disesuaikan waktu pada setiap tahunnya mulai dari penetapan cabang olahraga, nomor pertandingan dan pelaksanaan babak kualifikasi sampai hari pelaksanaan PON.

Tahapan yang menjadi penentu keikut sertaan atlet dari setiap provinsi pada PON yaitu harus mengikuti babak kualifikasi. Dalam pelaksanaan babak kualifikasi Induk Organisasi Cabang Olahraga menetapkan masing-masing ketentuan sistem kualifikasi sesuai dengan karakteristik cabang olahraganya.

Adapun hal-hal yang mempengaruhi penetapan ketentuan sistem kualifikasi cabang olahraga antara lain 1) Jumlah dan karakteristik nomor pertandingan/perlombaan dan kuota cabang olahraga, 2) Penetapan sistem kelolosan oleh Induk Organisasi Cabang Olahraga, 3)Jumlah pengprov cabang olahraga masing-masing, 4) Aturan federasi internasional.

PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara yang mempertandingkan 65 cabang olahraga/87 disiplin cabang olahraga dengan masing-masing karakteristik cabang olahraga menjadi salah satu tantangan bagi provinsi peserta PON untuk memahami sistem kualifikasi yang ditetapkan masing-masing cabang olahraga.

Kontingen KONI Provinsi peserta PON harus betul-betul memahami ketentuan dimasing-masing cabang olahraga (Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional tugas KONI; Mengoordinasikan induk organisasi cabang olahraga, organisasi olahraga, serta Komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/kota).

“KONI Provindi Kepri menilai promosi-degradasi sebagai kewajaran karena induk olahraga yang lebih paham mengenai atletnya,” ujar Usep RS, Ketua Umum Koni Kepri.

KONI Provinsi memberikan kewenangan penuh kepada Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) untuk mengganti atlet yang telah mengantongi tiket babak kualifikasi pada ajang PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Pergantian bisa dilakukan terutama atlet yang mengantongi tiket PON berdasarkan entry by number, dan bukan entry by name.

Cabor memang sudah tuntas mengikuti babak kualifikasi PON, “Pergantian dengan sistem promosi dan degradasi menjadi hal yang wajar dan biasa dilakukan ketika mengetahui perubahan kondisi atlet jelang bertanding,” kata Ketua Bidang Organisasi Koni Provinsi Kepri, Dr. Suyono, SE, MBA, MM.

Sebaliknya, ada cabor bertanding di babak kualifikasi PON dengan sistem lolos orangnya tertera sesuai dengan nama atlet bersangkutan. Ketentuan ini, kata Suyono, sesuai dengan regulasi di internal PB Cabor, sehingga atlet tersebut dipastikan tidak bisa diganti lagi.

Sementara untuk atlet lolos berdasarkan hitungan entry by number, masih memungkinkan terjadinya pergantian atlet. Sehingga Pengprov Cabor diberikan kewenangan penuh untuk mengaturnya, apakah ada pergantian atau masih memberikan kepercayaan kepada atlet bersangkutan mewakili Kepri pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 nanti.

“Kan cabor yang paling tahu akan kondisi atletnya, kita sifatnya guiding saja. Silakan Pengprov Cabor yang menentukan, karena teknisnya kan ada di sana,” tutur Suyono.

Ketua Umum Koni Provinsi Kepri, Usep. RS, yang menugaskan Suyono sebagai Tim Satgas Monev persiapan atlit PON XXI Kepri ini menyebutkan waktu persiapan yang tersisa 4 bulan ke depan jelang tampil pada ajang pesta olah raga multi event empat tahunan antar provinsi, memang perlu dilakukan evaluasi setiap saat.

Perjalanan atlet dalam konteks persiapan sisa waktu ke depan juga perlu dilihat lagi progresnya sejauh mana. Sehingga cabor yang sangat memahami kondisi atletnya, siapa yang berhak mewakili Kepri ( Provinsi Seribu Pulau) pada PON 2024 nanti di tiap kelas atau nomornya, sampai waktu entry by name akhir juli 2024.

“Perkembangan atlet 4 bulan ini memang perlu dilihat lagi progresnya, siapa tahu ada atlet perkembangannya bagus meskipun tidak sempat tampil di babak kualifikasi PON,” ujar mantan Ketua Umum IMI Provinsi Kepri, Usep. RS.

Begitu juga ketika ada atlet yang sempat meraih tiket PON, tetapi catatan prestasinya masih bagus, memang sudah selayaknya tetap dipertahankan dikirim ke ajang PON 2024 nanti. “Makanya, sistem program promosi dan degradasi itu hal wajar dan menjadi biasa diterapkan dalam dunia olah raga menuju PON 2024,” ujar Usep.

Proses dalam ajang pergantian atlet selayaknya harus benar benar mengikuti mekanisme alur administrasi organisasi yang tepat yang sesuai dengan peraturan dari PB PON dan PB KONI Pusat.

Proses pergantian atlet harus berdasarkan dari Cabor masing masing dengan mengajukan surat permohonan, tanpa melalui cabor maka pergantian tidak bisa diterima oleh Koni Provinsi selaku Induk Organisasi Olah raga di Provinsi yang akan membawa kontingen atlit menuju PON XXI.

“Jadi diharapkan kepada seluruh para pelatih atau manager tim agar dapat memahami dalam proses setiap.proses pergantian dari atletnya diharuskan melalui Pengprov Cabor masing masing,” ujar Suyono, dalam rapat koordinasi harian pengurus KONI yang dihadiri oleh Ketua Umum, Waketum, Sekum, dan Wasekum, di kantor Koni Kepri Rabu (29/5).

Usep RS menambahkan, kesiapan atlit kontingen Kepri yang telah di persiapakan telah melakukan tes fisik, serta workshop pelatih, dan saat ini atlit sedang melaksanakan platprov di 31 cabang olahraga yang lolos PON XXI, Aceh-Sumut.

Saat ini ada beberapa Cabor yang try aut di dalam dan luar negeri, seperti layar sekarang lagi mengikuti kejuaraan international di Yerenggano Malaysia, Anggaran di Singapur dan Aquatik di Singapur, di dalam negeri balap sepeda di jogya, Triatlon di jogya, Taekwondo di platnas, Tinju di jakarta dan pekanbaru, Billiar di Jakart. “ini adalah upaya mencapai prestasi di PON dengan partisipasi dari Pengprop Cabor terutama kepedulian dari orang tua dukungan moril dan materialnya,” ujar Usep. (tjo)

Berita Lainnya
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini