Konikepri.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui Bidang Sport Science dan Iptek Olahraga menggelar seminar virtual atau Webinar dengan tema “Perkembangan Sport Science Di Indonesia” pada hari Sabtu 27Juni 2026 secara virtual dengan video conference.
Kegiatan webinar Sport Science bertujuan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan semua stakeholder olahraga untuk menerapkan Sport Science sehingga dapat mendorong performa atlet dan melahirkan generasi atlet-atlet yang lebih berprestasi.
Webinar ini diikuti 205 peserta dari KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, induk cabang olahraga, akademisi, serta insan olahraga dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir Wakil Bidang Media dan Humas KONI Pusat Martinez Dos Santos dan jajaran pengurus Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Pusat, di antaranya Wakil I Dr. Jajat Darajat Kusumah Negara, S.Pd., M.Kes., AIFO., Wakil II Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H., Wakil III Dr. Mirza Hapsari, S.T.P., S.Gz., M.PH., R.D., Wakil IV Dr. Agus Gumelar, M.Pd., Wakil V Dr. Helmy Firmansyah, M.Pd., serta Wakil VI Dr. Juriana, M.Si., yang bertindak sebagai moderator.
Waketum I Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno mewakili Ketua Umum KONI Pusat dalam membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Pusat atas terselenggaranya webinar tersebut.
“Saya berharap materi yang disampaikan dalam webinar ini dapat menjadi pemahaman, pengetahuan bagi seluruh peserta mengenai pentingnya penerapan sport science dalam pembinaan prestasi olahraga,” ujar Suwarno.
Ia menyadari bahwa lingkup Sport Science ini tidak sedikit. Apakah itu yang berkaitan dengan nutrisi olahraga, berkaitan dengan kesehatan olahraga, berkaitan dengan psikologi olahraga, berkaitan dengan biomekanik, berkaitan dengan fisiologi, serta ada beberapa yang perlu ditambahkan terkait strength dan conditioning.
“Kami melihat salah satu fokus utama adalah nutrisi olahraga, saya berharap ke depan dapat menerjemahkan bagaimana kebutuhan nutrisi bagi para atlet yang sangat spesifik berdasarkan kebutuhan atlet dari masing-masing cabor yang satu dengan yang lain mempunyai kondisi yang sangat berbeda”, tambahnya.
“Kami melihat salah satu fokus penting adalah nutrisi olahraga. Ke depan, pembahasan mengenai nutrisi tidak hanya bersifat umum, tetapi juga lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga karena setiap cabang memiliki karakteristik yang berbeda,” tutupnya. (tjo)


