Konikepri.id – Jujitsu terus menunjukkan perkembangan pesat di Kepulauan Riau. Tak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, seni beladiri asal Jepang ini kini semakin dipercaya sebagai metode pertahanan diri yang efektif dan mulai merambah berbagai kalangan, termasuk lingkungan militer untuk mendukung pembinaan prajurit.

Head Coach ISJ, Rozi Juhendra menyebut, pelatihan untuk 20 prajurit Yonif TP 849/BS ini sudah dimulai sejak 3 Juni 2026 lalu. Selama dua bulan penuh, prajurit ini berlatih secara intensif. “Latihan dua kali sehari,” imbuhnya. Nantinya, diharapkan, 20 prajurit yang dikader ini akan menjadi perpanjangan tangan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) di Yonif TP 849/BS.
Pria yang akrab disapa Oji ini menjelaskan, Jujitsu memang sering dipilih sebagai beladiri oleh instansi-instansi penegak hukum. “Termasuk juga oleh TNI,” ujar pria yang juga akrab disapa dengan Shihan Oji ini.
Saat ini, kata Oji, fokus utama pada 20 prajurit tersebut adalah menyiapkannya sebagai tenaga-tenaga pelatih di Yonif TP 849/BS. “Prajurit yang dikader ini juga berpotensi menjadi atlet,” sebut Ketua Yayasan ISJ ini.
Oji mencontohkan, beberapa atlet jujitsu yang sudah mengharumkan nama Kepri dan Batam juga ada yang lahir dari dojo-dojo khusus, seperti Dojo Bhatara Sakti, sebuah Dojo Khusus yang didirikan oleh PT Bhakti Tidar Nusantara, perusahaan penyalur jasa satuan pengamanan.
“Pelatihan Jujitsu di Yonif TP 849/Beladau Sakti ini juga termasuk sebagai dojo khusus. Tentunya prajurit-prajurit ini punya kesempatan untuk menjadi atlet jujitsu,” jelas pemegang Sabuk Hitam DAN IV ISJ ini.
Sejauh ini, jujitsu Kepri sudah sangat berprestasi. Di ajang nasional, prestasi Jujitsu Kepri juga sudah sampai di level Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
“Saat itu jujitsu Kepri meraih dua medali: perak dan perunggu,” ujar Ketum Pengprov Jujitsu Kepri periode 2021 – 2025 dan periode 2025 – 2029 ini. Atlet-atlet ISJ Kepri juga sudah sering berprestasi di ajang internasional.
Oji menegaskan, walau kini Jujitsu telah masuk sebagai beladiri prestasi, namun fokus utama pelatihan ISJ tetap mengutamakan program-program pelatihan pertahanan diri. Jujitsu juga dikenal sebagai beladiri yang kaya dengan teknik-teknik bantingan dan kuncian yang cocok dijadikan sebagai beladiri taktis dan pengamanan.(tjo)



