Prada Daffa Anggota Yonif TP 849/BS Peraih Perunggu Jiujitsu Kepri: Siap Buktikan Diri di Pentas Jiujitsu Nasional

Konikepri.id – Peluh belum kering ketika Prada Daffa Abiyyu Putra meninggalkan arena. Napas masih memburu, tubuh lelah, namun semangatnya justru menyala. Prajurit muda Yonif TP 849/Beladau Sakti (BS) itu baru saja menorehkan prestasi dengan merebut medali perunggu Kejuaraan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (1/8/2026), di Mall Botania 2, Batam.

Medali itu mungkin baru sebatas perunggu. Namun bagi Daffa, torehan tersebut adalah pembuktian pertama dari dua bulan latihan keras yang ia jalani. Di atas matras, ia tidak hanya berhadapan dengan lawan, tetapi juga menguji keberanian, disiplin dan mental bertanding yang selama ini ditempa sebagai seorang prajurit.

Kini, Daffa tak ingin berhenti di podium Kepri. Prajurit asal Yonif TP 849/BS, Lingga, itu mulai membidik panggung yang lebih besar: kejuaraan tingkat nasional. Bersama sejumlah prajurit terpilih lainnya, Daffa menjalani kaderisasi Jujitsu melalui latihan intensif di Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), Dojo Kenacha Martial Arts Academy, Mall Botania 2, Batam. Dua bulan ditempa menjadi bekal awal untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Di tempat itu, disiplin militer bertemu dengan seni beladiri. Gerakan demi gerakan diulang. Teknik dikoreksi. Napas diatur. Tubuh dipaksa mengenali batasnya sendiri, lalu melampauinya.

Usianya yang masih muda membuat pelatih melihat sesuatu yang lebih jauh dari sekadar seorang prajurit yang sedang belajar beladiri. Daffa dipersiapkan untuk berkembang menjadi atlet Jujitsu di kelas -69 kilogram putra.

Medali perunggu di Spider Challenge 2026 menjadi bukti awal bahwa arah itu bukan tanpa alasan. “Saya akan berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Prestasi ini baru awal. Ini akan saya jadikan cambuk untuk berlatih lebih keras lagi,” ujar Daffa. Ia optimis bisa berprestasi di level nasional.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi seorang atlet yang baru menapakkan kaki di arena pertandingan, sebuah medali memang kerap bukanlah tujuan akhir. Ini justru menjadi ukuran pertama tentang seberapa jauh seseorang harus berlari.

Prajurit kelahiran 11 Oktober 2005 ini membawa sebuah motto: hidup sehat dan berprestasi. Motto itu menemukan ruangnya di atas matras Jujitsu.

Bagi seorang prajurit, Jujitsu bukan semata-mata olahraga pertandingan. Seni beladiri ini melatih kemampuan menghadapi situasi pertarungan jarak dekat dengan mengandalkan teknik, kontrol tubuh, keseimbangan, kuncian, bantingan, serta kemampuan mengendalikan lawan.

Latihan Jujitsu juga menuntut ketahanan fisik dan mental. Seorang prajurit tidak cukup hanya memiliki kekuatan. Ia harus mampu membaca situasi, mengambil keputusan dalam tekanan, menjaga keseimbangan, dan menggunakan tenaga secara efektif.

Head Coach Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), Rozi Juhendra mengatakan latihan Jujitsu memiliki manfaat penting bagi prajurit, terutama dalam membangun kemampuan beladiri jarak dekat.

Menurut pria yang akrab disapa Oji ini, latihan yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kekuatan, kelincahan, daya tahan, koordinasi tubuh, refleks, sekaligus keberanian dan ketenangan ketika menghadapi tekanan.

“Jujitsu bukan hanya tentang menang dalam pertandingan. Bagi prajurit, latihan ini membentuk kemampuan mengontrol diri, menguasai teknik pertarungan jarak dekat, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental,” kata Oji.

Di atas matras, kata dia, seorang prajurit belajar bahwa kekuatan tidak selalu berarti tenaga yang besar. Teknik yang tepat, timing, keseimbangan, dan kemampuan memanfaatkan gerakan lawan sering kali menjadi pembeda.

Itulah sebabnya kaderisasi Jujitsu bagi prajurit tidak berhenti pada kemampuan beladiri. Program tersebut juga membuka jalur pembinaan atlet.

Daffa kini memiliki satu modal penting: pengalaman bertanding.

Medali perunggu yang diraihnya di Spider Challenge 2026 menunjukkan bahwa proses dua bulan itu telah membawanya dari ruang latihan ke arena kompetisi. Namun Oji tidak ingin Daffa berhenti di sini.

Ia melihat usia muda Daffa sebagai kesempatan untuk membangun fondasi atlet secara lebih panjang. Kekuatan fisik dapat ditingkatkan. Teknik dapat dipertajam. Pengalaman bertanding dapat diperbanyak.

“Dengan adanya program pelatihan Jujitsu untuk prajurit ini, kami optimistis akan semakin banyak atlet berprestasi yang lahir dan nantinya mengharumkan nama Jujitsu Kepri,” ujar Oji, yang juga diamanahkan sebagai Ketua Umum Pengprov Jujitsu Kepri ini.

Harapan itu bertumpu pada proses. Sebab atlet tidak lahir dari satu pertandingan. Ia tumbuh dari latihan yang berulang, kekalahan yang diterima dengan lapang, dan keberanian untuk kembali naik ke matras.

Medali perunggu kini menjadi bagian kecil dari perjalanannya. Sebuah tanda bahwa dua bulan latihan telah menghasilkan sesuatu. Sekaligus pengingat bahwa jalan menuju prestasi yang lebih tinggi masih panjang.

Di luar arena, mungkin hanya sebuah medali yang terlihat. Tetapi bagi Daffa, ada pelajaran yang lebih berharga: setiap kemenangan selalu meminta latihan berikutnya. Dan ia telah memilih untuk kembali berlatih.(tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini