Konikepri.id – Dunia olahraga prestasi kembali menghadapi tantangan berat, bukan dari luar namun dari dalam. Setelah kasus pelecehan seksual yang mengaitkan cabang olahraga panjat tebing, kini kasus serupa kembali beredar yang melibatkan cabang olahraga Kick Boxing.
Atlet Kick Boxing Jawa Timur Viona Amalia Adinda Putri memberanikan diri mengungkapkan kasus pelecehan yang menimpanya. Laporan resmi telah diserahkan ke pihak kepolisian pada Januari 2025. Memasuki Februari WPC, Ketua Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur sekaligus pelatih ditetapkan sebagai tersangka.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengecam tindakan pelecehan seksual dalam olahraga prestasi. Tujuan kita sebagai masyarakat olahraga prestasi itu mulia, yaitu mengantar atlet meraih prestasi, membuat bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi berkumandangnya Lagu Indonesia Raya. Kita Patriot Olahraga Indonesia, di kepala kita hanya ada Merah Putih dan prestasi,” tegasnya.
“Saya menghimbau, seluruh organisasi anggota KONI Pusat, 38 KONI Provinsi, KONI IKN, 81 Induk Cabang Olahraga beserta anggotanya, 6 organisasi fungsional, agar memberikan atensi serius untuk memastikan tidak ada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Tanah Air,” sambungnya.
“Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi. Olahraga prestasi bukan tempat untuk pelecehan seksual. Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang,” jelas Marciano. (tjo)


