Tampil Berani di Kejurnas Pertina, Tinju Kepri Kantongi 4 Medali Perunggu

Konikepri.id – Tim tinju Kepulauan Riau berhasil membawa pulang empat medali perunggu dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertina 2026 yang berlangsung di Jakarta. Torehan tersebut menjadi bukti perjuangan para petinju Kepri yang mampu menembus babak semifinal di tengah ketatnya persaingan dengan petinju-petinju dari berbagai daerah di Indonesia.

Empat medali perunggu tersebut diraih setelah empat petinju Kepri yang tampil di semifinal harus mengakui keunggulan lawan masing-masing. Meski belum berhasil melangkah ke partai final, penampilan mereka dinilai menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kualitas dan mental bertanding menghadapi kejuaraan berikutnya.

Coach Rionando Butar Butar atau Rio memberikan pesan kepada keempat anak didiknya agar tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, perjuangan mereka hingga semifinal sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. “Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kalian sudah berjuang, tetapi memang belum rezekinya sampai final dan meraih emas,” ujar Rio memberikan semangat kepada para atlet.

Petinju Kepri pertama yang bertanding di semifinal adalah Trifael Silalahi. Tampil pada 22 Oktober, Trifael harus mengakui keunggulan Mubin dari Maluku Utara. Trifael mengaku mengalami cedera pada tangannya sejak menit pertama pertandingan sehingga membuat performanya tidak bisa maksimal.

Padahal, pada awal pertandingan siswa kelas XI SMAN 4 Batam tersebut sempat menunjukkan permainan agresif. Dua kali jab-straight yang dilepaskannya berhasil mendarat di kepala lawan. Namun, setelah itu kondisi tangannya mulai terganggu sehingga serangan yang diarahkan pelatih, Coach Bintang, tidak lagi bisa dijalankan secara optimal.

Berikutnya, Athala Yogi yang turun di kelas 60 kilogram junior juga harus puas dengan medali perunggu setelah kalah dari petinju Nusa Tenggara Barat. Putra Bugis kelahiran Galang tersebut terus berusaha menekan lawan dengan serangan-serangan aktif, tetapi lawannya mampu membaca pola permainan dan mengantisipasi setiap serangan yang dilancarkan.

Athala yang keberangkatannya mendapat dukungan penuh dari PT MEG Galang telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Namun, pengalaman bertanding menjadi salah satu pembeda karena lawannya sudah lebih sering tampil dalam berbagai event. Siswa kelas XI SMAN 10 Batam itu juga mendapat dukungan penuh dari sekolah berupa dispensasi dan dukungan lainnya untuk mengikuti Kejurnas.

Partai semifinal berikutnya mempertemukan salah satu petinju terbaik Kepri, Lionel Efraim Silalahi, di kelas 67 kilogram elite. Lionel harus menerima keputusan kalah angka dari petinju Sulawesi Utara yang merupakan petinju senior dan pernah meraih medali perak PON.

Menurut Rio, Lionel tampil taktis pada ronde pertama dan kedua dengan mengandalkan pukulan-pukulan lurus dan pendek. Namun, perolehan angka yang didapat tetap belum berpihak kepada petinju Kepri tersebut. Memasuki ronde ketiga, lawan lebih banyak bermain bertahan dengan merangkul, melakukan clinch, serta menekan sehingga Lionel kesulitan mengembangkan kombinasi pukulannya.

Kekalahan tersebut membuat Lionel gagal melangkah ke final dan harus puas dengan medali perunggu. Petinju potensial yang sebelumnya sempat gagal dalam tes awal untuk menjadi anggota TNI itu pun menyampaikan permintaan maaf karena belum mampu mempersembahkan emas untuk Kepri. “Lion minta maaf tidak bisa memenangkan pertandingan tadi. Semoga ke depannya bisa meraih emas,” ujarnya.

Medali perunggu keempat Kepri dipastikan setelah Gilbert Wisdom Efrata Butar-Butar harus mengakui keunggulan petinju Kalimantan Selatan. Siswa kelas XI SMAN 4 Batam tersebut sempat bangkit pada ronde kedua setelah kalah 4-1 di ronde pertama dengan memenangkan ronde tersebut 0-5. Namun, pada ronde ketiga Gilbert kembali kalah angka sehingga peluangnya menuju final harus terhenti.

Usai pertandingan, Gilbert yang akrab disapa Ibet langsung menghubungi ayahnya, Rionando Butar-Butar, yang juga merupakan pelatih. Dengan penuh haru, Ibet menyampaikan rasa sedih karena belum mampu membawa dirinya ke partai final. Rio sendiri sebelumnya berjanji akan langsung terbang ke Jakarta apabila ada satu dari empat anak asuhnya yang berhasil lolos ke final. Namun, setelah keempatnya terhenti di semifinal, rencana tersebut akhirnya urung dilakukan.

Rio menjelaskan, dari 10 atlet yang diberangkatkan ke Kejurnas, tiga atlet dan dua pelatih mendapat dukungan pembiayaan dari KONI Batam, dua atlet dari KONI Kepri, satu atlet dari PT MEG Galang, sementara empat atlet dan satu pelatih lainnya dibiayai Sasana Rionando Boxing Camp (RBC) Batam bersama keluarga atlet serta teman-teman dekat. “Kami berterima kasih kepada KONI Batam, KONI Kepri, Sasana RBC Batam, orang tua atlet serta teman-teman yang telah sudi berkontribusi memberangkatkan dan membiayai tim ini,” tutup Rio. (tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini