Petinju Kepri Lionel Efraim Silalahi Hantam Petinju Jambi, Pelatih Lawan Lempar Handuk!

Konikepri.id –  Aksi petinju Kepulauan Riau (Kepri), Lionel Efraim Silalahi, mengundang perhatian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertina 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta Utara. Petinju asal Kota Batam itu tampil agresif hingga membuat lawannya, Sapti Gemilang dari Jambi, tak mampu melanjutkan pertandingan setelah pelatihnya memutuskan melempar handuk sebagai tanda menyerah.

Pertarungan yang berlangsung Rabu (21/10/2026) tersebut menyuguhkan duel menarik sejak bel pembuka dibunyikan. Lionel yang bertanding dari sudut merah langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Sapti yang berada di sudut biru. Baru sekitar 30 detik pertandingan berjalan, Sapti sudah terkapar, tetapi masih berusaha bangkit dan memberikan perlawanan.

Lionel terus menekan dengan kombinasi pukulan hook dan straight yang membuat lawannya sempoyongan. Melihat kondisi petinjunya semakin tertekan, pelatih Sapti akhirnya melempar handuk ke atas ring sebagai tanda menyerah. Wasit pun menghentikan pertandingan, sekaligus memastikan kemenangan Lionel melalui penghentian pertandingan oleh wasit atau sudut petinju (RSC/TKO, sesuai keputusan resmi pertandingan).

Petinju kelahiran Batam, 16 Oktober 2007, ini dikenal memiliki pukulan bertenaga. Pada tahun sebelumnya, Lionel juga mencatat kemenangan KO atas petinju Police dalam sebuah pertandingan di Raja Malaysia, yang disebut terjadi pada detik ke-22. Catatan tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi Lionel untuk menghadapi persaingan di level nasional.

Tantangan berikutnya tidak ringan. Pada babak semifinal, Lionel dijadwalkan berhadapan dengan Nolvy Engkeng dari Sulawesi Utara (Sulut), yang disebut sebagai peraih medali perak PON Aceh-Sumut. Tim Kepri pun telah mempelajari gaya bertanding calon lawannya untuk menyiapkan strategi yang tepat. Harapannya, Lionel mampu kembali menunjukkan performa terbaik dan membuka jalan menuju partai final.

Perjalanan Lionel menuju puncak prestasi juga diwarnai perjuangan di luar ring. Beberapa bulan lalu, ia belum berhasil dalam seleksi penerimaan calon anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL). Namun, kegagalan tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk terus mengasah kemampuan tinju. Kini, Kejurnas Pertina 2026 menjadi kesempatan penting baginya untuk membuktikan kemampuan dan berjuang meraih gelar juara.

Sementara itu, dua petinju Kepri lainnya harus menghentikan langkah mereka. Simon Perez Simanjuntak kalah angka 0-5 dari Lalu Haikal Abdullah asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun Michael Valentino Sitopu, yang akrab disapa Mick, harus mengakui keunggulan M. Nasrullah dari Jawa Barat (Jabar).

Simon dan Mick menyampaikan permohonan maaf kepada pelatih, orang tua, serta masyarakat Kepri dan Batam atas hasil yang belum sesuai harapan. Meski demikian, perjuangan keduanya tetap menjadi bagian dari pengalaman penting dalam perjalanan karier mereka di dunia tinju.

Hingga berita ini disusun, Kepri masih menyisakan empat petinju yang berlaga di babak semifinal. Pada Kamis (22/10/2026), Trifael Silalahi dijadwalkan menghadapi Mubin Moni dari Maluku Utara. Pertandingan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi Trifael untuk membuka jalan menuju final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026).

Dukungan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya keluarga besar SMAN 4 Batam, diharapkan terus mengalir kepada para petinju yang masih berjuang. Dengan semangat, disiplin, dan strategi yang matang, kontingen Kepri bertekad memberikan hasil terbaik pada Kejurnas Pertina 2026.

Rio menutup keterangannya dengan mengajak masyarakat Kepri untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet yang masih bertanding, agar perjuangan mereka di atas ring dapat berbuah prestasi dan mengharumkan nama daerah. (tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini