FTI Kepri Buka Babak Baru, Bangkitkan Kembali Prestasi Triathlon

Konikepri.id – Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (19/8) pagi. Mengusung tema “Dari Kepri untuk Prestasi Triathlon Indonesia”, Musprov tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan kepengurusan definitif sekaligus membangkitkan kembali prestasi olahraga triathlon di Bumi Segantang Lada.

Ketua Panitia Pelaksana, Sari Eka Wahyuni, melaporkan bahwa Musprov merupakan agenda tertinggi organisasi yang dilaksanakan berdasarkan SK Nomor 6 Tahun 2026 tentang penunjukan pejabat sementara (caretaker) Pengurus FTI Kepri.

Musprov dihadiri perwakilan pengurus FTI Kota Tanjungpinang, FTI Kabupaten Bintan, FTI Kota Batam, dan FTI Kabupaten Lingga. Sementara itu, kepengurusan FTI di Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun ditargetkan segera terbentuk dalam waktu singkat setelah pelaksanaan Musprov.

Dengan digelarnya Musprov tersebut, FTI Kepri memasuki babak baru dalam upaya mencari nakhoda definitif yang diharapkan mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta membawa olahraga triathlon Kepri kembali berprestasi di tingkat nasional.

Apresiasi Ketum KONI Kepri untuk FTI

Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau, Usep RS, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kepri sebagai momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kembali prestasi olahraga triathlon di daerah. Menurutnya, triathlon merupakan cabang olahraga yang memiliki tantangan tersendiri karena sangat mengandalkan kekuatan fisik, daya tahan, mental, serta konsistensi latihan atlet.

Usep RS menilai tantangan tersebut justru menjadi modal penting bagi FTI Kepri untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dengan pembinaan yang terarah, program latihan yang terukur, serta dukungan organisasi dan pemerintah, atlet triathlon Kepri memiliki peluang untuk bersaing mulai dari tingkat daerah pada PORPROV, kemudian naik ke level regional melalui PORWIL, hingga panggung nasional pada PON.

“Kita melihat triathlon ini sebagai cabang olahraga yang membutuhkan fisik dan daya tahan luar biasa. Karena itu, pembinaannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Dari PORPROV, kita berharap muncul atlet potensial yang kemudian bisa memperkuat Kepri di PORWIL dan PON,” ujar Usep RS.

Ia juga optimistis, jika pembinaan dilakukan secara konsisten dan prestasi atlet terus meningkat, bukan tidak mungkin atlet triathlon asal Kepri mampu menembus kompetisi internasional hingga panggung dunia. Karena itu, KONI Kepri mendorong FTI untuk memperkuat pembinaan sejak usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, memperbanyak kompetisi, serta membangun sistem pembinaan berjenjang agar potensi atlet tidak berhenti hanya pada level daerah.

 

Eddi Rivana : Kepri Punya Sejarah Besar, Pernah Melahirkan Triatlet Kebanggaan Nasional

Plt. Ketua FTI Kepri, Eddy Rivana, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi jajaran caretaker dalam melahirkan pemimpin terbaik. Ia mengingatkan bahwa triathlon merupakan cabang olahraga resmi Olimpiade yang memiliki gengsi tinggi di tingkat internasional. Indonesia sendiri saat ini telah sukses meloloskan atlet muda berbakat, Aira, ke ajang Youth Olympic

“Kepri punya sejarah besar. Kita pernah memiliki triatlet kebanggaan nasional, almarhum Oscar Ferianto, yang menduduki peringkat tiga nasional. Cerita sukses yang tertunda ini harus kita lanjutkan dengan mencetak Oscar-Oscar junior baru,” ujar Eddy membakar semangat para peserta.

Eddy menambahkan, FTI Kepri kini tengah mematangkan persiapan atlet menuju PON NTB, Kejurnas Triathlon, serta event internasional Bintan Triathlon. Selain itu, ia juga melirik potensi tren olahraga baru (aerox) sebagai peluang investasi industri olahraga yang potensial, khususnya di Kota Batam.

Dukungan penuh juga mengalir dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri. Wakil Ketua Umum KONI Kepri, Suryadi, mengapresiasi keberlanjutan roda organisasi FTI. Sebagai Ketua Bapomi, Suryadi bahkan berencana menjaring bibit-bibit triatlet tangguh dari kalangan mahasiswa.

“Ini tantangan besar bagi anak-anak muda kita untuk membangun chemistry sebagai triatlet tangguh lewat nomor renang 750 meter, sepeda 20 kilometer, dan lari 5 kilometer. Kami berharap musyawarah ini menghasilkan keputusan terbaik,” kata Suryadi.

Suasana pembukaan Musprov Triathlon Indonesia Kepri di Hotel CK Tanjungpinang

Acara Musprov ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bendahara Umum Pengurus Pusat (PP) FTI, Bunga Umu Azkiyah, yang hadir mewakili Ketua Umum PP FTI, Armand van Kempen. Dalam arahannya, PP FTI menargetkan Kepri dapat menyumbang talenta terbaiknya untuk masuk ke base camp pembinaan Merah Putih di Situbondo, Jawa Timur, yang saat ini menampung 43 atlet proyeksi go international.

Pembukaan Musprov turut disaksikan oleh Kadispora Provinsi Kepri, pengurus KONI Kepri, manajemen BRC, serta jajaran pengurus kabupaten/kota. Musyawarah diproyeksikan melahirkan struktur kepengurusan FTI Kepri yang solid, kompak, dan berkomitmen penuh mengembalikan tradisi medali untuk Kepulauan Riau.

Hadir langsung dalam pembukaan Musprov Triathlon Indonesia Kepri, Kadispora Kepri yang diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga, Haryanto, Wakil Ketua KONI Kepri, Suryadi didampingi Wakil Sekretaris Amri, serta para pengurus carateker FTI Kepri dan Kabupaten/ Kota. (tjo)_
Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini