Konikepri.id – Sebanyak 67 atlet jujitsu dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau ambil bagian dalam Spider Challenge Kejuaraan Jujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepri yang digelar di Mall Botania 2 (MB2), Kota Batam, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan ini menjadi ajang try out sekaligus evaluasi kemampuan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026 di Tanjungpinang.
Para peserta berasal dari Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, hingga Lingga. Mereka tampil mewakili dojo masing-masing dengan semangat tinggi untuk memperebutkan gelar terbaik sekaligus menarik perhatian tim pelatih dan pengurus provinsi.

Ketua Panitia Spider Challenge, Habibi, mengatakan kejuaraan ini sengaja digelar sebagai bagian dari program pembinaan atlet menuju Porprov Kepri. Melalui pertandingan ini, kemampuan teknik, strategi, mental bertanding, hingga kondisi fisik atlet dapat dipantau secara langsung.
“Melalui kejuaraan ini kami ingin menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan menghadapi Porprov Kepri. Mereka diuji dari sisi teknik, mental bertanding, serta kesiapan menghadapi pertandingan sesungguhnya,” ujar Habibi.

Menurutnya, Spider Challenge tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mengukur hasil latihan para atlet yang selama ini dibina di masing-masing dojo. Hasil pertandingan akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan lanjutan.
Habibi menjelaskan, peserta yang bertanding berasal dari berbagai kelompok umur, mulai kategori Under 10 (U-10) hingga senior. Dengan cakupan usia yang luas, kejuaraan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet usia dini secara berjenjang hingga tingkat prestasi.

Pada Spider Challenge kali ini dipertandingkan dua nomor utama, yakni Jiujitsu Fighting dan Newaza (Ground Fighting). Total terdapat 16 kelas pertandingan yang berlangsung sepanjang kejuaraan, menghadirkan persaingan ketat di setiap kelas.
Selain diikuti atlet dari berbagai dojo di Kepri, kejuaraan ini juga mendapat perhatian dari personel Yonif TP 849/Beladau Sakti Kabupaten Lingga. Sejumlah prajurit yang tengah menjalani pelatihan jujitsu turut mengikuti pertandingan sebagai bagian dari peningkatan kemampuan sekaligus pengalaman bertanding.

Sementara itu, Ketua KONI Kepri Usep RS yang membuka secara resmi kejuaraan tersebut memberikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Jujitsu Kepri atas terselenggaranya event pembinaan berskala provinsi tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti Spider Challenge sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
Usep mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian dari proses pencarian bibit atlet terbaik yang nantinya akan memperkuat kontingen kabupaten/kota pada Porprov Kepri 2026, sekaligus diproyeksikan menuju ajang yang lebih tinggi seperti Kejurnas hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia menilai perkembangan cabang olahraga jujitsu di Kepulauan Riau menunjukkan tren yang positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya dojo yang aktif melakukan pembinaan serta lahirnya atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Prestasi Spider Jujitsu Batam pada berbagai kejuaraan nasional menjadi salah satu bukti berkembangnya pembinaan olahraga ini di Kepri.
“Kami berharap Jujitsu Kepri terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui try out seperti Spider Challenge ini, atlet memperoleh pengalaman bertanding yang sangat penting sebagai bekal menghadapi Porprov 2026,” kata Usep. (tjo)


