Konikepri.id – Upaya mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas atlet terus dilakukan PERPANI Kepulauan Riau melalui penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Antar Pelajar tahun 2026. Ajang ini menjadi wadah penting bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat mental bertanding sejak dini.
Kejurda bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi. Melalui event seperti ini, para atlet tidak hanya diasah secara teknis, tetapi juga ditempa dalam menghadapi tekanan pertandingan yang sesungguhnya.
Sebanyak 282 atlet ambil bagian dalam Kejurda Panahan Antar Pelajar se-Kepulauan Riau tahun 2026 yang digelar di Lapangan Bola Sei Harapan, Sekupang, Batam, pada 17–19 April 2026. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme sekaligus perkembangan cabang olahraga panahan di Kepri.

Ketua Umum PERPANI Kepri, Abdul Razak, menyampaikan bahwa kejurda ini merupakan agenda rutin yang konsisten digelar setiap tahun. Bahkan, pelaksanaan tahun ini menjadi yang kelima sejak pertama kali dimulai pada 2022.
Menurutnya, konsistensi tersebut mulai membuahkan hasil positif terhadap peningkatan prestasi atlet panahan Kepri di tingkat nasional. Ia menilai pembinaan yang berjenjang melalui kejurda menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
Razak juga mengungkapkan bahwa kejurda terbukti mampu melahirkan atlet berprestasi. Salah satunya adalah raihan medali perak pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional yang berasal dari hasil seleksi Kejurda tahun 2025.

Selain sebagai ajang pembinaan, kejurda ini juga berfungsi sebagai seleksi menuju Kejuaraan Nasional Junior yang akan digelar di Kudus, Jawa Tengah pada Juni 2026. Hal ini membuat setiap peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Pada Kejurnas Junior tahun sebelumnya, Kepri berhasil menempati peringkat lima besar nasional. Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi di tahun ini.
Untuk mendukung regenerasi atlet, PERPANI Kepri juga menambahkan divisi pemula yang diikuti sekitar 40 atlet usia dini. Langkah ini dinilai penting sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak atlet masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kepri, Darson, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejurda ini. Ia menegaskan bahwa kompetisi harus menjunjung tinggi sportivitas, tidak hanya berorientasi pada kemenangan.
Darson juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang memberikan apresiasi atas konsistensi PERPANI dalam membina atlet melalui kejuaraan seperti ini.
Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan berbagai nomor, mulai dari kategori standar bow, recurve, hingga compound dengan jarak yang disesuaikan jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat kategori pemula dan open tournament yang semakin menambah pengalaman bertanding serta daya saing para atlet.

Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejurda ini sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet daerah. Ia menilai kejuaraan seperti ini sangat strategis dalam mencetak atlet berprestasi.
Menurut Usep, pembinaan tidak bisa instan, melainkan harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Kejurda menjadi salah satu instrumen penting untuk memantau perkembangan atlet sekaligus menjaring potensi terbaik dari daerah.
“Kalau kita ingin prestasi meningkat, maka pembinaan harus dimulai dari bawah dan dilakukan secara konsisten. Kejurda seperti ini adalah fondasi penting menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegas Usep RS.
Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan berbagai nomor, mulai dari kategori standar bow, recurve, hingga compound dengan jarak yang disesuaikan jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat kategori pemula dan open tournament yang semakin menambah pengalaman bertanding serta daya saing para atlet. (tjo)


