“Atlet tinju akan semakin baik bila banyak ikut pertandingan,” kata Marciano memberikan arahan supaya Pertina membuat terobosan kompetisi di samping memanfaatkan multievent yang digelar KONI, baik Pekan Olahraga Kabupaten/Kota, Pekan Olahraga Provinsi, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Tinju Indonesia tidak lengkap apabila kita tidak bersatu, oleh karenanya saudara-saudara adalah agen pemersatu tinju. Jangan pernah memberi celah kepada siapapun yang ingin memecah belah organisasi tinju amatir Indonesia,” lanjut Marciano.
Melihat dinamika kondisi Indonesia saat ini, Ketum KONI Pusat berpesan agar masyarakat olahraga turut menjadi bagian yang memotivasi bangsa untuk bangkit pulih.
Ia pun mengajak seluruh pengurus bersatu “Saya mengajak saudara-saudara pengurus pusat, pengurus provinsi hingga kabupaten/kota untuk memajukan prestasi olahraga tinju amatir Indonesia,” lanjutnya.
“Diperlukan program yang konsisten diawali pencarian bibit potensial dan kemudian membina atlet-atlet,” sambung anggota DPR RI. “Kami fokus meningkatkan jumlah kompetisi sehingga muncul bibit-bibit petinju berprestasi,” tambahnya.
Di samping itu, Hillary juga menegaskan akan membina wasit. Hillary tegaskan membawa empat prinsip, yakni Bersahabat, Sportif, Disiplin dan Rela Berkorban.
Di akhir acara, PP.Pertina memberikan penghargaan dan juga dukungan tali asih kepada beberapa legenda yang begitu banyak kontribusinya untuk tinju Indonesia. Salah satunya yang mendapatkan tali asih adalah Ellyas Pical yang kini tak lagi bugar.
Selain Ellyas, sebelumnya penghargaan dan tali asih juga diberikan kepada;
Pembina
1. Raden Rakhman (Aceh)
2. Erzon Bin Sarudin (Batam)
Pelatih
1. Wellhelem Gommies (Ambon)
2. Peinina Nanlohy (Merauke)
Atlet
1. Ferry Egberty Moniaga (Manado)
2. Benny Maniani (Jayapura)
Galeri Pelantikan Ketum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) masa bakti 2025-2029








