Konikepri.id – Sorak semangat dan tekad juang terpancar dari para pebasket muda yang memadati GOR Hi Test Arena, Batam Center, Sabtu (12/7). Mereka bukan sekadar bertanding, tetapi membawa harapan dan kebanggaan daerah dalam Kejuaraan Sirkuit Nasional 3X3 kelompok umur (KU) 16 dan KU18 yang resmi dimulai. Ajang ini menjadi seleksi penting menuju Grand Final tingkat nasional, di mana hanya tim-tim terbaik dari berbagai kota yang akan melaju.
Dengan total 30 tim yang bertanding, termasuk dari luar Kepri, atmosfer kompetisi kian membara. Setiap dribel, passing, dan tembakan bukan hanya soal teknik, tetapi juga semangat patriotisme untuk membawa nama daerah ke panggung nasional. Kepri, sebagai tuan rumah pembuka rangkaian sirkuit nasional, menempatkan diri di garis terdepan pembinaan olahraga basket tanah air.
Turnamen yang digelar selama dua hari ini menggunakan sistem gugur, menjadikan setiap pertandingan seperti medan pertempuran yang menuntut fokus dan keberanian. Di sinilah karakter tangguh atlet muda diuji, sekaligus menjadi ladang tumbuhnya jiwa nasionalisme lewat sportivitas dan kerja tim yang solid.
Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, turut hadir untuk memantau langsung pelaksanaan dan kesiapan Kepri sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa rangkaian Sirkuit Nasional 3X3 ini bukan hanya kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi kuat bagi regenerasi pebasket nasional. Setiap kota yang menjadi tuan rumah memiliki peran strategis dalam memupuk bibit unggul daerah.
“Juara dari setiap kota akan bertarung kembali di Grand Final. Kami belum putuskan lokasinya, tapi kami ingin pastikan setiap pelaksanaan berjalan baik,” ujarnya. Semangat dari Kepri diharapkan menjadi inspirasi bagi kota-kota berikutnya, bahwa olahraga adalah salah satu cara memupuk rasa cinta tanah air dan membentuk generasi muda yang bermental juara.
Menurut dia, turnamen di Batam mempertandingkan kategori KU16 dan KU18, dengan peserta dari Jakarta, Medan, Sumatra Utara, serta berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Selain kejuaraan sirkuit nasional, tuan rumah juga menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang menjadi ajang pencarian bibit unggul lokal. “Kami juga akan melakukan pembinaan untuk atlet,” kata dia.
Ketua KONI Kepri Usep RS Dukung Basket 3X3 Jadi Cabor Unggulan dan Magnet bagi Generasi Muda

Ketua KONI Kepulauan Riau, Usep RS, menyambut antusias gelaran Kejuaraan Sirkuit Nasional 3X3 KU16 dan KU18 yang berlangsung di Batam. Ia menilai, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum strategis untuk membangkitkan semangat kaum muda Kepri dalam mencintai olahraga, khususnya cabang bola basket.
Menurut Usep, basket 3X3 kini bukan lagi sekadar permainan jalanan. Cabang ini telah resmi dipertandingkan di ajang PON, bahkan menjadi bagian dari agenda internasional seperti SEA Games dan Asian Games. Hal ini membuka peluang besar bagi Kepri untuk mencetak atlet andalan dari kompetisi-kompetisi usia muda seperti ini.
“Dukungan dari semua pihak, baik Dispora, Perbasi, maupun sponsor seperti Wuling, sangat penting. Karena ini bukan sekadar pertandingan, tapi bagian dari investasi jangka panjang dalam olahraga prestasi,” tegas Usep. Ia menekankan bahwa sinergi antara stakeholder olahraga sangat menentukan arah pembinaan dan masa depan atlet daerah.
Basket, lanjut Usep, memiliki daya tarik yang kuat bagi generasi muda. Permainan yang dinamis, penuh strategi, serta bisa dimainkan di ruang terbuka maupun tertutup menjadikan basket sebagai salah satu cabang olahraga yang sangat diminati remaja. Ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pembina, sekolah, dan klub-klub lokal.
KONI Kepri melihat potensi itu sebagai kekuatan yang harus terus diasah. Lewat turnamen sirkuit nasional ini, para remaja tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan rasa bangga mewakili daerah. Inilah benih-benih nasionalisme yang lahir dari lapangan olahraga.
Terlebih, pemenang dari kejuaraan ini akan kembali berlaga di grand final nasional yang dijadwalkan pada akhir 2025. Ini menjadi semacam tangga menuju panggung yang lebih besar. Jika dikelola serius, bukan tidak mungkin atlet-atlet dari Kepri bisa tampil di PON 2028 bahkan level internasional.
“Basket 3X3 punya masa depan cerah, dan Kepri tidak boleh tertinggal. Turnamen seperti ini harus terus digelar secara rutin agar atmosfer kompetitif tetap hidup, dan anak-anak muda kita punya mimpi serta ruang untuk mencapainya,” pungkas Usep RS.

Ketua Umum DPD Perbasi Kepri yang juga anggota DPRD Kepri, Suhadi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kepri sebagai tuan rumah pembuka. Ia menyebut ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang untuk mengangkat prestasi basket 3X3 di daerah.
“Kalau basket lima lawan lima, dominasi masih di Jawa. Maka 3X3 ini menjadi ruang bagi kita membangun kekuatan sendiri. Harapannya, atlet Kepri bisa lolos ke PON atau bahkan ajang internasional ke depan,” katanya.
Ia Optimis Batam mampu menjadi tuan rumah ajang basket 3X3 tingkat internasional pada tahun depan. Dan ia pun telah mengusulkan hal itu dengan dukungan dari PP Perbasi dan Kemenpora.
“Kami akan mendorong agar tahun depan bisa gelar 3X3 level internasional. Tentu butuh dukungan pusat dan sponsor. Tapi dari kesiapan teknis dan semangat daerah, saya yakin Batam sangat layak,”tegasnya
Meski basket selama ini dianggap olahraga eksklusif, Suhadi optimistis perkembangan 3X3 akan mendorong minat lebih luas di tengah masyarakat. Terlebih, 3X3 kini menjadi salah satu nomor resmi yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan juga masuk kalender kompetisi internasional FIBA.
“Lewat event seperti ini, kami ingin turun langsung ke bawah. Basket bukan milik segelintir orang. Anak-anak di Kepri juga harus punya panggung,” katanya.
Wakil Ketua Pelaksana 3X3 PP Perbasi, Alvin Kennedy, menilai penyelenggaraan di Batam sudah sangat proper. Ia berharap dari sirkuit nasional ini muncul atlet-atlet muda yang bisa dibina berjenjang hingga tingkat nasional.
“Kami ingin ada keberlanjutan dari kompetisi ini. Harus banyak event seperti ini agar pembinaan berjalan. Dan saya kira Batam sudah menunjukkan kesiapan itu,” ucap Alvin. (tjo)


