KONIKEPRI.ID – Petenis putri asal Batam, Khansa Rahma Zahira, mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Asian Tennis Federation (ATF) KU-14 yang digelar di Malaka, Malaysia, 28 April hingga 3 Mei 2025.
Turun di nomor ganda putri bersama petenis Malaysia, Zara Firman, mereka berhasil melaju hingga babak perempat final sebelum dikalahkan pasangan Korea Selatan.
Turnamen bergengsi ini diikuti oleh petenis-petenis terbaik dari berbagai negara Asia, bahkan sejumlah negara Eropa seperti Inggris dan Prancis ikut mengirimkan wakilnya guna mengincar poin peringkat ATF. Indonesia diwakili oleh dua petenis di kategori KU-14 putri, yaitu satu dari Jakarta dan Khansa Rahma Zahira, siswi kelas 7 SD Islam Nabilah Batam.
Bagi Khansa, ini adalah pengalaman pertamanya tampil di ajang ATF dan langsung mencatat prestasi sebagai petenis Kepri pertama yang lolos hingga main draw di nomor tunggal putri. Sebelum masuk ke babak utama, Khansa terlebih dahulu harus melewati fase kualifikasi dan sukses menaklukkan lawan-lawannya.
Pada partai pertama main draw, Khansa menghadapi unggulan ke-6 dari Korea Selatan. Meski tampil penuh semangat, Khansa harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 4–6, 2–6. Kekalahan ini menempatkan adik kandung Aksa—petenis yunior andalan Kepri lainnya—ke jalur consolation round untuk perebutan peringkat 17–32 demi menambah poin ATF.
Khansa dijadwalkan bertanding di semifinal consolation pada Jumat (2/5), sebagai bagian dari perjuangan mengumpulkan poin peringkat Asia.
Ketua Harian Pengprov Pelti Kepri, Eko Prihananto, menyampaikan apresiasi khusus kepada orang tua Khansa yang telah memberikan dukungan penuh.
“Kami sangat mengapresiasi orang tua atlet, dalam hal ini telah mensupport Khansa mengikuti even setingkat Asia. Ini adalah kali pertama bagi atlet Kepri tampil di ajang tersebut. Tidak mudah untuk bisa ikut dalam kejuaraan tenis yunior tingkat Asia—dibutuhkan waktu, kesabaran, dan tentunya dukungan kuat dari orang tua,” ujarnya.
Minimnya turnamen tenis yunior di Provinsi Kepulauan Riau menjadi tantangan tersendiri bagi para petenis muda. Lya Ratri Arum, ibu Khansa, mengungkapkan bahwa demi mendapatkan pengalaman dan poin, ia rutin mengikutsertakan anak-anaknya dalam berbagai turnamen di luar Batam yang berada di bawah naungan Pelti.
“Persaingan di luar lebih ketat dan kualitas lawan juga lebih kuat. Ini penting untuk perkembangan teknik dan mental tanding anak-anak,” tambahnya. (tjo)


