Konikepri.id – Persaingan cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo resmi dimulai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 di Aula SMKN 3 Tanjungpinang, Jumat (6/11/2026).
Sebanyak 21 nomor pertandingan dari kategori Embu dan Randori dipertandingkan, membuka peluang bagi para kenshi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memburu medali dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Wakil Pelaksana Cabor Shorinji Kempo, Zamroni, mengatakan sebanyak 90 peserta dari lima kontingen kabupaten/kota ambil bagian dalam pertandingan kali ini. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme daerah dalam mengembangkan Shorinji Kempo di Kepri.
Melalui Porprov ini, diharapkan muncul atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk memperkuat Kepri pada kejuaraan tingkat lebih tinggi.
Cabang olahraga Shorinji Kempo resmi menggelar pertandingan perdana dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) yang berlangsung di Aula SMKN 3 Tanjungpinang, Jumat, 6 November 2026.
Sebanyak 21 nomor pertandingan dari kategori Embu dan Randori dijadwalkan tersaji dalam gelaran bergengsi tingkat provinsi tersebut, menandai dimulainya persaingan sengit antar kontingen dalam seni bela diri asal Jepang ini.
Wakil Pelaksana Cabang Olahraga (Cabor) Shorinji Kempo, Zamroni, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada edisi kali ini terbilang tinggi.
Menurutnya, total peserta yang mengikuti pertandingan Shorinji Kempo dalam Porprov VI Kepri mencapai 90 orang, yang berasal dari lima kontingen kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.
“Sebanyak 90 peserta tersebut diikuti oleh kontingen dari Batam, Natuna, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang,” kata Zamroni saat ditemui di lokasi pertandingan.
Zamroni menjelaskan, pada hari pertama penyelenggaraan, sejumlah kelas telah dipertandingkan, di antaranya kelas Randori putra remaja serta kelas Embu putra dan putri.
Seluruh rangkaian pertandingan pada hari pertama tersebut menjadi bagian penting dari 21 nomor, yang dipertandingkan secara keseluruhan.
“Hari ini semua dipertandingkan dari 21 nomor pertandingan, dan besok semuanya sudah partai final,” ujarnya.
Dengan demikian, seluruh rangkaian pertandingan Shorinji Kempo dalam Porprov VI Kepri diprediksi akan berlangsung singkat namun padat, mengingat babak penyisihan hingga semifinal digelar pada hari pertama.
Sementara itu, seluruh partai final dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya, Sabtu, 7 November 2026.
“Kehadiran lima kontingen tersebut, menunjukkan pemerataan pembinaan olahraga bela diri di wilayah Kepulauan Riau,” ujarnya.
Kontingen Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Natuna tercatat mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berlaga di level provinsi, sekaligus memperebutkan medali yang menjadi tolok ukur prestasi daerah masing-masing.
“Shorinji Kempo sendiri dikenal sebagai salah satu cabang olahraga yang memadukan teknik bela diri, kesehatan, dan pembinaan karakter,” ungkap Zamroni.
Dalam Porprov VI Kepri, kategori Embu menonjolkan keindahan dan ketepatan gerakan berpasangan, sementara kategori Randori menguji keberanian serta strategi bertarung para atlet di atas matras.
Pertandingan yang digelar di Aula SMKN 3 Tanjungpinang ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan atlet, tetapi juga menjadi momentum seleksi bibit-bibit potensial untuk mewakili Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Panitia dan para pelatih optimistis bahwa, kompetisi yang berlangsung sportif akan melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di jenjang yang lebih tinggi.
Dengan sisa waktu yang ada, para atlet yang telah memastikan diri melaju ke babak final diharapkan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memulihkan kondisi fisik dan mematangkan strategi.
Sementara itu, bagi kontingen yang belum meraih hasil maksimal, hari pertama ini menjadi pengalaman berharga untuk evaluasi pembinaan ke depan.
Porprov VI Kepri sendiri menjadi panggung penting bagi pembinaan olahraga daerah, termasuk cabang-cabang bela diri seperti Shorinji Kempo.
Dukungan dari pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat diharapkan terus mengalir agar prestasi atlet Kepulauan Riau semakin bersinar, baik di kancah provinsi maupun nasional. (tjo-humaspbporprov)


