Panahan Jadi Ladang Lahirnya Juara Baru, Batam Dominasi Porprov VI Kepri dengan Lima Emas

Konikepri.id – Cabang olahraga (cabor) panahan menjadi salah satu panggung penting dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 untuk melahirkan juara-juara baru. Persaingan di Lapangan Ciku, Tanjungpinang, bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet sekaligus membuka peluang munculnya talenta-talenta potensial yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional. Dari persaingan tersebut, Kota Batam tampil paling dominan dengan mengunci posisi teratas klasemen akhir.

Batam mengoleksi lima medali emas, tiga perak, dan satu perunggu dari nomor pertandingan resmi. Sementara itu, tuan rumah Tanjungpinang menempati posisi kedua dengan raihan satu emas, dua perak, dan empat perunggu. Hasil ini memperlihatkan ketatnya persaingan panahan antardaerah sekaligus menjadi modal penting bagi pembinaan atlet Kepri agar semakin banyak pemanah potensial yang mampu mencetak prestasi di masa mendatang.

Sementara itu, Kabupaten Karimun menempati posisi ketiga dengan satu medali perak dan satu perunggu. Adapun Kabupaten Bintan dan Natuna belum berhasil memperoleh medali dari nomor pertandingan resmi.

Teknikal Delegat Cabor Panahan Porprov VI Kepri, Ilham Maulana, mengatakan kompetisi kali ini diikuti 29 atlet dari lima kabupaten/kota, yakni Batam, Tanjungpinang, Karimun, Bintan, dan Natuna.

“Peserta panahan kali ini diikuti 29 atlet dari lima kota dan kabupaten. Seluruh rangkaian pertandingan berjalan hingga babak final dan menghasilkan para juara di masing-masing divisi,” ujar Ilham.

Rangkaian pertandingan diawali dengan latihan resmi atau practice day sekaligus pemeriksaan peralatan pada 4 November 2026. Selanjutnya, babak kualifikasi dan eliminasi berlangsung pada 5 November, sebelum seluruh divisi memasuki babak final pada 6 November 2026.

Dalam kompetisi tersebut, terdapat tiga divisi resmi yang dipertandingkan, yakni Recurve 70 meter, Compound 50 meter, dan Nasional 40 meter. Selain itu, terdapat divisi Barebow 50 meter yang dipertandingkan sebagai nomor ekshibisi.

Persaingan di setiap divisi berlangsung menarik. Pada Recurve 70 meter, Syahdan dari Batam berhasil meraih emas, disusul Anggi dari Karimun dengan perak, sementara perunggu juga diraih atlet Batam.

Dominasi Batam berlanjut pada divisi Compound 50 meter. Zaky sukses merebut medali emas, sedangkan Raihan meraih perak. Ferry Hermawan dari Tanjungpinang membawa pulang medali perunggu.

Pada divisi Nasional 40 meter, Radika dari Batam berhasil keluar sebagai juara dan meraih emas. Sementara Alif Fattah dan Nata dari Tanjungpinang masing-masing memperoleh medali perak dan perunggu.

Berdasarkan rekapitulasi akhir, Batam mengumpulkan lima emas, tiga perak, dan satu perunggu. Tanjungpinang berada di posisi kedua dengan satu emas, dua perak, dan empat perunggu, disusul Karimun di posisi ketiga.

Ilham menjelaskan, hasil tersebut merupakan akumulasi perolehan medali setelah seluruh tahapan pertandingan, mulai dari kualifikasi hingga babak final selesai dilaksanakan.

“Setelah digabung dengan hasil babak kualifikasi dan eliminasi, di urutan pertama ada Kota Batam dengan lima emas, kemudian peraknya tiga dan satu perunggu. Posisi kedua Tanjungpinang, dan ketiga Karimun,” jelasnya.

Selain nomor pertandingan resmi, panahan juga mempertandingkan nomor ekshibisi Barebow 50 meter. Pada nomor ini, Batam kembali menunjukkan kekuatannya melalui Mailanto yang meraih emas dan Eri Febrian yang memperoleh perak. Sementara medali perunggu diraih Nur Muhammad Maulud dari Natuna.

Jika nomor ekshibisi turut diperhitungkan, Batam memperoleh tambahan dua medali emas sehingga semakin mempertegas dominasinya di arena panahan Porprov VI Kepri 2026.

Berakhirnya seluruh pertandingan panahan ini menjadi tambahan prestasi bagi kontingen Batam dalam persaingan Porprov VI Kepri. Ketajaman bidikan para atlet Batam sekaligus membuktikan kesiapan mereka bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. (tjo-humaspbporprov)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini