KONI Lingga Matangkan Strategi 11 Cabor Mandiri Hadapi Porprov VI Kepri

Konikepri.id – Menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026 di Kota Tanjungpinang, KONI Kabupaten Lingga terus mematangkan strategi untuk memastikan seluruh kekuatan kontingen dapat tampil maksimal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar rapat strategis bersama 11 cabang olahraga (cabor) mandiri di Kantor Sekretariat KONI Lingga, Kompleks Implan Dabo Singkep, Kecamatan Singkep.

Ketua KONI Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam, menegaskan bahwa keberadaan 11 cabor mandiri tetap menjadi bagian penting dalam strategi Lingga menghadapi Porprov VI. Sebelas cabor tersebut yakni Savate, Ju-jitsu, Tarung Derajat, Tenis Meja, Futsal, Motor, Taekwondo, Menembak, Karate, Bulutangkis dan Muaythai. Menurutnya, meski bergerak dengan pembiayaan mandiri, seluruh cabor tetap memiliki peluang memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Lingga.

Junaidi mengatakan, KONI Lingga tidak ingin membedakan perhatian hanya berdasarkan sumber pembiayaan. Dukungan moral, koordinasi, administrasi serta komunikasi antara KONI dan pengurus cabor terus diperkuat agar setiap atlet memiliki kesiapan yang sama ketika bertanding. Strategi tersebut dinilai penting untuk membuka peluang perolehan medali dari berbagai cabang olahraga sekaligus memperkuat posisi Lingga dalam persaingan Porprov VI.

Ke depan, KONI Lingga akan terus melakukan pemetaan kekuatan atlet, kesiapan masing-masing cabor serta target prestasi yang realistis. Junaidi berharap seluruh pengurus dan atlet mampu menjaga kekompakan, disiplin dan semangat bertanding, sehingga perjuangan kontingen Lingga di Porprov VI tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan, tetapi benar-benar diarahkan untuk mengejar prestasi dan membawa nama baik daerah.

Kita bukan hanya fokus pada cabor yang menggunakan dana dari hibah, tetapi kita juga fokus secara moral dan bertanggung jawab terhadap cabor-cabor yang mandiri,” kata Junaidi saat diwawancarai usai rapat di kantor KONI Lingga.

Junaidi menjelaskan bahwa pembukaan Porprov VI yang dijadwalkan pada 1 November 2026, waktu persiapan tersisa sangat terbatas, kesiapan fisik atlet saja tidak cukup; kematangan mental untuk menghadapi persaingan ketat antar kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau menjadi faktor penentu.

“Kesiapan ini pun bukan hanya kesiapan fisik dari masing-masing atlet dan cabor, tapi persiapan mental dalam menghadapi persaingan kompetitif bersama kabupaten/kota yang lain,” ungkapnya.

Junaidi optimistis, kombinasi antara cabor berdana hibah dan cabor mandiri dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang pernah diraih Lingga di ajang sebelumnya. Ia menilai semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh para atlet dan pengurus cabor merupakan aset berharga bagi daerah.

Junaidi mengungkapkan, secara total, KONI Kabupaten Lingga memberangkatkan 18 cabang olahraga ke Tanjungpinang. Angka ini mencerminkan ekosistem olahraga yang sehat di Lingga, di mana partisipasi tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.

“Ini suatu kontribusi yang sangat positif bagi daerah. Mereka ini dengan penuh semangat dan secara mandiri saja mereka berkemampuan, dengan koordinasi yang baik antar pengurus di masing-masing cabor serta laporan yang transparan kepada kami,” tutup Junaidi.

Rapat ini juga berfungsi sebagai finalisasi administrasi dan evaluasi terakhir sebelum keberangkatan kontingen. Dengan koordinasi yang solid dan semangat juang tinggi, Kontingen Kabupaten Lingga menargetkan performa maksimal untuk mengharumkan nama kabupaten Lingga di Porprov VI 2026. (tjl)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini