Konikepri.id – Kepri patut berbangga. Satu atlet biliar muda dari Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Albert Januarta, berhasil menyedot perhatian di pentas billiar internasional. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Albert berhasil menembus jajaran 50 besar World Nineball Tour (WNT) dan kini menempati peringkat ke-43 dunia.
Prestasi tersebut menjadikan Albert sebagai satu-satunya atlet biliar Indonesia yang saat ini berada dalam daftar 50 besar WNT. Kiprahnya menghadapi para pemain elite dunia juga membuat pebiliar muda asal Bintan itu mendapat julukan “The Giant Killer” berkat sejumlah penampilan impresifnya.
Nama Albert semakin diperhitungkan setelah tampil dalam rangkaian tur WNT di Amerika Serikat. Ia bersaing langsung dengan para pebiliar nine-ball terbaik dunia dalam berbagai turnamen bergengsi, sekaligus membawa nama Bintan dan Kepri ke panggung olahraga biliar internasional.
Performa gemilang Albert juga menarik perhatian Carabao Billiards Indonesia. Dalam Florida Open 2026, pebiliar muda asal Tanjunguban tersebut berhasil melaju hingga babak perempat final. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa Albert Januarta bukan sekadar talenta muda, tetapi salah satu prospek pebiliar Indonesia yang patut diperhitungkan di level dunia.
Penampilan Albert juga menarik perhatian Carabao Billiards Indonesia. Dalam ajang Florida Open 2026, Albert mampu melaju hingga babak perempat final.
Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Albert di level internasional. Sejumlah kemenangan yang diraihnya juga berpotensi mendongkrak posisinya dalam peringkat dunia.
Berdasarkan catatan WNT, Albert telah mengumpulkan hadiah sekitar 35.900 dolar AS dari berbagai turnamen yang diikutinya.
Albert menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk 50 besar WNT. Secara keseluruhan, terdapat empat atlet biliar Indonesia yang tercatat dalam peringkat dunia.
Selain Albert, ada Irsal Nasution di peringkat ke-94, Edward Koyongian di posisi ke-99, serta Andri Januarta, kakak kandung Albert, yang menempati peringkat ke-109.
Pencapaian tersebut membuat keluarga Albert memiliki dua atlet yang berkiprah dalam persaingan biliar internasional.
World Nineball Tour merupakan rangkaian kompetisi profesional nine-ball yang mempertemukan pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.
Tur tersebut dikelola Matchroom Sport bersama World Pool-Billiard Association (WPA) melalui World Professional Nineball Pool Corporation (WPNPC).
Sejumlah turnamen bergengsi masuk dalam kalender WNT, di antaranya World Pool Championship, US Open Pool Championship, World Pool Masters dan Mosconi Cup.
Sistem peringkat WNT mencatat posisi pemain berdasarkan hasil yang diperoleh dari berbagai turnamen internasional.
Ayah Albert dan Andri, Ahuat, mengaku bangga sekaligus terharu melihat pencapaian kedua anaknya di dunia biliar.
Menurut Ahuat, dukungan keluarga terus diberikan meski kedua anaknya harus menjalani kompetisi di berbagai negara.
“Saya sebagai orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan dari jauh. Kami bangga Albert dan Andri bisa sejauh ini,” ujar Ahuat.
Ia berharap Albert dan Andri terus menjaga semangat dan mampu mempertahankan prestasi di level internasional.
“Semoga mereka terus semangat dan jaga nama baik Bintan dan Indonesia,” katanya.
Perjalanan Albert di WNT kini menjadi salah satu catatan menarik bagi perkembangan atlet biliar muda Indonesia. Dengan usianya yang masih 17 tahun, kiprahnya di panggung dunia masih terbuka lebar untuk terus berkembang.


