Konikepri.id – Turnamen Tenis Meja Antar Mahasiswa Se-Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025 resmi dibuka dengan penuh semangat sportivitas. Ajang yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri itu digelar sebagai wadah kompetitif bagi para mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk mengembangkan kemampuan dan bakat olahraga tenis meja ke arah yang lebih profesional.
Pembukaan turnamen berlangsung di Mall Botania 2 Batam pada Minggu (23/11) dan mendapat sambutan antusias dari peserta dan tamu undangan. Suasana pusat perbelanjaan berubah menjadi arena pertarungan teknik, ketangkasan, dan konsentrasi para atlet muda yang siap unjuk kemampuan terbaik.
Dari pihak KONI Kepri, Ketua Umum Usep RS hadir melalui perwakilan resmi, yakni Waka IV KONI Kepri Abdul Rozak. Kehadiran KONI Kepri menjadi sinyal kuat pentingnya pembinaan olahraga mahasiswa sebagai bagian dari pipeline atlet prestasi daerah di masa mendatang.

Dispora Provinsi Kepri turut hadir melalui perwakilan Eri Sandi selaku Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kepri yang menekankan bahwa ajang ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk mencetak atlet potensial di tingkat perguruan tinggi. Upaya itu juga menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi muda melalui olahraga.
Dukungan dari federasi cabang olahraga juga terlihat jelas. Pengprov PTMSI Kepri hadir diwakili Bendahara Umum Pengprov PTMSI Kepri, menandakan sinergi antara pembinaan federasi dengan kegiatan pemerintah provinsi. Mereka menyambut baik upaya strategis memperluas jangkauan pembinaan mulai dari unit pendidikan.

Sementara itu, dari sektor teknis pertandingan, Rudi beserta tim hadir sebagai perangkat pertandingan resmi. Kehadiran tim profesional tersebut memastikan seluruh rangkaian pertandingan akan berjalan sesuai standar teknis dan peraturan tenis meja tingkat kejuaraan resmi.
Turnamen ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi se-Provinsi Kepulauan Riau. Mulai dari universitas negeri hingga swasta, semua ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan pemain terbaik perwakilan kampus masing-masing. Ajang ini pun menjadi ruang pertemuan solidaritas antarmahasiswa melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Waka IV KONI Kepri Abdul Rozak, mewakili Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, olahraga harus terus mendapat tempat dalam pembinaan generasi muda, bukan hanya untuk prestasi, namun juga pembentukan mental dan karakter.
Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini berpotensi melahirkan atlet-atlet baru tenis meja yang dapat membawa nama besar Kepri pada ajang yang lebih luas. “Kami berharap dari sini muncul atlet tenis meja dari kalangan mahasiswa yang berprestasi dan bisa mewakili Kepri di tingkat nasional,” ujar Abdul Rozak.
Kompetisi ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2027. Dengan adanya turnamen rutin, pembinaan tidak terjadi secara instan, tetapi melalui rangkaian proses seleksi dan latihan yang terjadwal dan terarah.
Selain menggali talenta tersembunyi, turnamen ini juga menjadi momen evaluasi bagi para pelatih dan pembina olahraga kampus atas kualitas atlet yang dibina. Hasil pertandingan akan menjadi gambaran awal kekuatan tenis meja antar kampus di Provinsi Kepri.
BAPOMI dan Arah Pembinaan Atlet Mahasiswa Menuju POMNAS 2027

Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet kampus, mulai dari pengelolaan hingga koordinasi program olahraga tingkat perguruan tinggi di seluruh provinsi. Organisasi ini bukan hanya sekadar penyelenggara kompetisi, tetapi juga mitra resmi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan prestasi olahraga mahasiswa secara nasional.
Di Provinsi Kepulauan Riau, BAPOMI berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. H. Suryadi, SH., SP., MH. Ia menegaskan bahwa arah pembinaan atlet tidak bisa lagi berjalan tanpa perencanaan yang jelas dan berkesinambungan.
“Kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang mencetak atlet prestasi. Pembinaan harus berbasis scouting di kampus dan dikelola secara berkelanjutan, bukan instan,” ujar Suryadi.
BAPOMI Kepri kini mulai mempersiapkan diri untuk tampil kompetitif pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027 dengan melibatkan seluruh perguruan tinggi di daerah.
“Kami menargetkan Kepri tampil lebih siap di POMNAS 2027. Latihan intensif, kejuaraan rutin, dan dukungan kampus adalah kunci pembinaan atlet yang berkualitas,” tegasnya.
Selain mengejar prestasi, BAPOMI Kepri membawa misi mengokohkan nilai persatuan, sportivitas, disiplin, dan karakter melalui olahraga mahasiswa. POMNAS tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana pembentukan pemimpin muda yang bermental kuat dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan.
Untuk itu, BAPOMI Kepri menyiapkan langkah strategis berupa pemetaan potensi atlet kampus, penyelenggaraan turnamen secara berjenjang, hingga penyusunan roadmap pembinaan menuju 2027. Dengan kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan induk organisasi olahraga, Suryadi optimistis Kepri mampu bersaing dan menorehkan prestasi nasional.
Pada akhirnya, turnamen ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga simbol penguatan ekosistem olahraga prestasi di lingkungan perguruan tinggi. Dengan sinergi antara Dispora Kepri, KONI Kepri, Bapomi, PTMSI, dan seluruh kampus peserta, Kepri memiliki peluang besar melahirkan atlet-atlet tenis meja unggulan pada masa depan. (tjo)
Editor : Teguh Joko Lismanto


