Konikepri.id – Kontingen Kepulauan Riau menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX tahun 2025 di Jawa Tengah.
Dari 36 provinsi yang ikut serta, ajang ini mempertandingkan 263 nomor pertandingan dengan melibatkan 3.139 atlet dari 153 perguruan tinggi, didampingi 1.507 official dan 936 delegasi lainnya.
Dalam persaingan sebesar itu, Kepri mampu pulang dengan koleksi lima medali nasional: 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dan menapaki posisi ranking 15 nasional.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 14 tahun tanpa medali emas. Emas yang dinanti datang dari cabang Taekwondo nomor Under 87 Kg Putra melalui atlet Jeremi Andre Wattimena dari Universitas Terbuka (UT) Batam. Prestasi tersebut menjadi penegasan bahwa Kepri mampu tampil sejajar dengan daerah lain meski dengan berbagai keterbatasan.
Total 41 atlet Kepri turun di 11 cabang olahraga, dan perjuangan mereka terbayar manis. Selain emas dari Jeremi, dua medali perak diraih Thomas Lim dari STISIPOL Tanjungpinang di kelas U-75 Kg Wushu, serta Rezcan Mass dari Universitas Ibnu Sina Batam di nomor lari 10.000 meter.
Tambahan dua medali perunggu semakin melengkapi capaian Kepri. Wendi Setiawan dari Politeknik Batam mempersembahkan perunggu di nomor Under 58 Kg Putra Taekwondo, sedangkan Syahdan Syahrudin, juga dari Politeknik Batam, sukses menyumbangkan perunggu dari nomor eliminasi individu nasional putra cabang Panahan.
Ketua Umum BAPOMI Kepri, Dr. H. Suryadi, SH., SP., MH., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih setulusnya kepada pimpinan perguruan tinggi di Kepulauan Riau yang telah mendukung penuh pembinaan hingga keberangkatan atlet. “Tanpa peran kampus, mustahil Kepri bisa hadir dan meraih medali di POMNAS XIX ini,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketum KONI Kepri Usp RS, para pelatih cabang olahraga, khususnya Taekwondo, Karate, Pencak Silat, Bulutangkis, Wushu, Catur, Atletik, dan Tenis Lapangan. Menurut Suryadi, kerja keras pelatih dan semangat juang atlet di tengah keterbatasan biaya membuahkan hasil terbaik bagi Kepri.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan tekad baja, Kepri bisa pulang dengan 5 medali dari POMNAS XIX. Ini pencapaian besar di tengah keterbatasan. Semoga prestasi ini jadi penyemangat untuk langkah lebih baik ke depan,” tutup Suryadi.
Dengan torehan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari Jeremi Andre Wattimena (Taekwondo), Thomas Lim (Wushu), Rezcan Mass (Atletik), Wendi Setiawan (Taekwondo), dan Syahdan Syahrudin (Panahan), Kepri berhasil menempatkan diri di jajaran provinsi berprestasi di tingkat nasional.
Apresiasi dari KONI Kepri atas Prestasi di POMNAS XIX
Ketua KONI Kepulauan Riau, Usep RS, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan para atlet mahasiswa di POMNAS XIX. Menurutnya, capaian lima medali ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga bukti bahwa atlet-atlet Kepri mampu bersaing di level nasional dengan kerja keras dan dukungan yang tepat.
Usep menegaskan, POMNAS adalah kawah candradimuka bagi lahirnya bibit-bibit olahraga handal. Dari ajang ini, atlet bisa menapaki jenjang pembinaan lebih lanjut, mulai dari Porprov 2026, Porwil, hingga PON. “Jebolan POMNAS terbukti bisa jadi tulang punggung olahraga daerah. Tinggal bagaimana kita membina mereka secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa momen menuju Porprov Kepri 2026 harus dijadikan kesempatan emas untuk mengasah kemampuan para atlet mahasiswa yang sudah berprestasi di POMNAS XIX. “Kalau mereka terus diasah, Kepri bukan hanya bersinar di level mahasiswa, tapi juga di ajang multi event daerah dan nasional,” ujarnya.
Di akhir, Usep menyampaikan penghargaan untuk para atlet, pelatih, dan kampus yang telah berkontribusi penuh. “Kami sangat bangga. Para atlet sudah berjuang di lapangan, pelatih telah membina dengan sepenuh hati, dan kampus memberikan dukungan maksimal. Inilah kolaborasi yang membawa Kepri menorehkan prestasi nasional,” tutup Usep.
(tjo)
Editor : Teguh Joko Lismanto


