Ketua PB Porprov VI Kepri, Asmin Patros, mengatakan rapat koordinasi menjadi bagian penting untuk mengecek kembali kesiapan penyelenggaraan sebelum memasuki tahapan akhir. Menurutnya, berdasarkan evaluasi terakhir, kesiapan Porprov VI Kepri secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.
“Kalau hitungan kalender, hari ini sudah tanggal 7 Oktober. Praktis tinggal 24 hari menuju tanggal 1 sampai 8 November. Karena itu kami melakukan rapat koordinasi untuk mengecek kesiapan-kesiapan sebelum meeting dengan Chief de Mission atau CDM pada 15 Oktober di Tanjungpinang,” ujar Asmin.
Meski sebagian besar persiapan telah berjalan, sejumlah venue pertandingan masih harus dikonfirmasi dan dimatangkan kembali. Asmin menyebut salah satu perubahan penting dalam penyelenggaraan Porprov VI kali ini adalah penggunaan sistem yang lebih terintegrasi sehingga berbagai proses tidak lagi dilakukan secara manual.
“Persiapan kita sudah sekitar 80 sampai 85 persen. Masih ada beberapa venue yang perlu dikonfirmasi ulang. Insyaallah persiapan kali ini lebih baik karena banyak mekanisme yang menggunakan sistem, tidak lagi manual,” katanya.
2.675 Atlet Dan Ofisial Akan Berkumpul Di Tanjungpinang
Seluruh tujuh kabupaten/kota di Kepri dipastikan ikut ambil bagian dalam Porprov VI. Dari data sementara, Kota Batam menjadi kontingen dengan jumlah atlet terbesar, yakni sekitar 604 atlet. Kemudian Tanjungpinang dengan 544 atlet dan Kabupaten Karimun sebanyak 371 atlet. Secara keseluruhan, jumlah atlet dan ofisial yang diperkirakan hadir di Tanjungpinang mencapai sekitar 2.675 orang.
Besarnya jumlah peserta ini membuat Porprov VI bukan hanya menjadi ajang perebutan prestasi olahraga, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

PB Porprov berharap ribuan atlet dan ofisial yang datang selama sepekan pertandingan dapat ikut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, transportasi, akomodasi, serta berbagai sektor jasa lainnya.
“Harapan kami, Porprov ini tidak hanya sukses di prestasi dan penyelenggaraan, tetapi juga sukses administrasi. Semua administrasi harus terverifikasi dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Asmin.
“Terakhir, kami berharap Porprov ini berdampak secara ekonomi bagi Kota Tanjungpinang dan menumbuhkembangkan sektor UMKM,” sambungnya. (tjo)


