Deretan Atlet dan Fasilitas Unggulan, Banten Makin Mantap di Peta Olahraga Indonesia

Konikepri.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengukuhkan dan melantik Ketua Umum KONI Banten masa bakti 2025–2029 Kombes Pol Purn Dr. Agus Rasyid beserta jajaran pengurus pada 3 Februari 2026 di Pendopo Gubernur Banten.

Dalam sambutannya, Marciano menyebut Banten sebagai gudangnya atlet berprestasi, tidak hanya di level nasional tetapi juga dunia. Pernyataan itu mencerminkan kekuatan pembinaan olahraga yang telah lama tumbuh di provinsi tersebut.

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan Banten memang dihuni atlet-atlet kelas dunia yang konsisten menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. Potensi itu dinilai harus terus dijaga melalui pembinaan berkelanjutan.

Salah satu contoh gemilang datang dari Rizki Juniansyah yang mengharumkan nama bangsa lewat medali emas SEA Games 2025 sekaligus memecahkan rekor dunia. Ia juga meraih emas dan memecahkan rekor dunia pada Olimpiade Paris 2024.

Selain Rizki, sejumlah atlet Banten lain juga mencatatkan prestasi membanggakan. Di antaranya Arya Danu Susilo dari taekwondo, Syerina dan Dinny Febriany dari judo, Adi Darmawan Leksono dari hoki, serta Rajiah Salsabila dari panjat tebing.

Marciano juga menyinggung tekad Banten bersama Lampung untuk menjadi tuan rumah PON XXIII/2032. Ia menilai kesiapan fasilitas olahraga Banten sudah sangat memadai untuk menyelenggarakan ajang sebesar PON.

Terkait infrastruktur, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa sebanyak 445 venue olahraga telah siap digunakan. Ia menyebut fasilitas olahraga di Banten telah memiliki standar tinggi.

Menurut Gubernur, atlet-atlet Banten selama ini menjadi tulang punggung Indonesia dalam berbagai single event maupun multievent internasional. Kontribusi itu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus ditingkatkan.

Meski demikian, Marciano mengingatkan agar KONI Banten tetap fokus pada pembinaan prestasi. Atlet harus dipersiapkan optimal agar Banten–Lampung tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga berprestasi.

Ketua Umum KONI Pusat kemudian memasang target Banten masuk sembilan besar pada PON XXII/2028 NTT–NTB. Target itu dinilai realistis melihat tren peningkatan prestasi Banten dari PON ke PON.

Pada PON XVIII Riau 2012 Banten berada di peringkat ke-21, naik ke posisi ke-13 pada PON XIX Jawa Barat 2016, lalu peringkat ke-14 pada PON XX Papua 2021. Terakhir, Banten menembus peringkat ke-11 pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024 sekaligus memecahkan 13 rekor nasional dan rekor PON.

Marciano juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap KONI Banten. Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur saat pelantikan disebut sebagai bentuk komitmen kuat bagi kemajuan olahraga daerah.

Ia menekankan pentingnya hubungan baik antara KONI dan atlet agar tidak terjadi perpindahan atlet ke provinsi lain. Selain itu, tata kelola organisasi harus dijalankan secara profesional, produktif, dan akuntabel.

Usai dilantik, Agus Rasyid menyatakan komitmennya memimpin organisasi secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan kesiapan Banten bersama Lampung menjadi tuan rumah PON XXIII/2032 serta memaparkan visi peningkatan kualitas sarana, atlet, dan pelatih.

Menutup rangkaian kegiatan, Marciano mengapresiasi kesiapan sarana olahraga Banten, termasuk Banten International Stadium yang dinilai layak untuk multievent nasional maupun internasional. Gubernur menambahkan bahwa kemajuan olahraga merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan semua pihak, sekaligus mengapresiasi keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua SEA Games 2025.

(tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini