Alex Hanif dan Jason Perkuat Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Konikepri.id – Dua atlet ski air Provinsi Kepulauan Riau asal Kota Batam  kembali mengukir prestasi membanggakan di dunia olahraga air. Setelah sukses merebut medali pada PON XXI Sumatera Utara – Aceh 2024 untuk Kepri, kini atlet ski air Jason dan pelatih Alex Hanif dipercaya memperkuat Tim Indonesia pada cabang ski air di ajang SEA Games 2025, yang akan digelar di Thailand pada 9–13 Desember mendatang.

Di bawah Persatuan Ski Air dan Waikboard Indonesia (PSAWI) Kota Batam dan PSAWI Provinsi Kepri serta binaan KONI Provinsi Kepri, kepercayaan tersebut terasa semakin spesial karena mereka datang dari daerah dengan sarana latihan yang sangat terbatas meski berada di area yang dikelilingi lautan. Di Batam, atlet ski air hanya berlatih dengan mengandalkan sistem kabel, bukan speedboat yang umum digunakan di banyak negara dan daerah lain di Indonesia. Namun, dari keterbatasan itu justru lahir prestasi yang membanggakan.

Jason, peraih medali emas PON XXI Aceh Sumut  2024 , kini menjadi tumpuan Indonesia di nomor wake board team dan cable ski wake board team. Mental bertandingnya yang ditempa dari latihan mandiri dan fasilitas sederhana disebut menjadi nilai lebih yang dimiliki atlet asal Kota Batam Provinsi Kepri tersebut.

 

Sementara itu, Alex Hanif tidak lagi turun sebagai atlet. Performanya yang dulu sukses menyumbangkan emas PON di Jabar dan perunggu di PON XXI Sumut kini berbuah penugasan lebih besar. Alex dipercaya menjadi pelatih nasional ski air dan telah menjalani pemusatan latihan hampir dua bulan di Jakarta.

Menariknya, Alex sebenarnya sudah pernah direncanakan menjadi pelatih pada SEA Games 2019 di Filipina. Namun pada saat itu, PB PSAWI masih mengharapkan dirinya tampil sebagai atlet untuk menyumbang medali. Kini, dengan hadirnya generasi penerus seperti Jason, penunjukkan Alex sebagai pelatih nasional menjadi keputusan yang tepat dan strategis.

Pada SEA Games di Thailand mendatang, cabor ski air mempertandingkan empat nomor beregu, yaitu wake board team, wakeskim team, slalom team, dan cable ski wake board team. Jason akan bergabung dengan Kevin Gladian (Sumut) untuk sektor putra, serta Kanaya dan Rahmadani (DKI Jakarta) dari sektor putri.

Peras Keringat Berlatih Intensif di Danau Sunter

Latihan tim nasional berlangsung dua kali sehari, pagi dan sore, di Danau Sunter, Jakarta Utara

Latihan tim nasional berlangsung dua kali sehari, pagi dan sore, di Danau Sunter, Jakarta Utara. Lokasi latihan tersebut telah disesuaikan dengan karakteristik medan kompetisi di Thailand, sehingga teknik dan adaptasi para atlet bisa terbentuk sejak jauh hari.

Alex mengaku penunjukannya sebagai pelatih nasional menjadi momen berharga dalam kariernya. “Ini kebanggaan pertama saya sebagai pelatih untuk membela negara. Saya bersyukur bahwa pelatih dan atlet dari Kepri akhirnya dipercaya mengisi tim nasional untuk ajang sebesar SEA Games,” ujarnya penuh rasa syukur.

Jason pun menyampaikan tekadnya untuk tampil maksimal serta membawa pulang medali. “Mohon dukungan masyarakat Kepri. Kami ingin membuktikan bahwa dari fasilitas latihan sederhana pun, atlet Kepri bisa berprestasi untuk Indonesia,” ungkap Jason .

Pelatih Alex juga menambahkan, pencapaian ini adalah bukti bahwa pembinaan lokal tidak boleh diremehkan. Keterbatasan fasilitas justru membentuk kesiapan mental dan daya juang yang lebih kuat, asalkan dukungan pembinaan terus diperkuat di masa mendatang.

Ketum KONI Kepri Usep RS: Kepri Berbangga 

Ketum KONI Kepri Usep RS

Keberhasilan Jason mewakli Kepri, meraih medali emas pada nomor wakeboard di Kejuaraan Nasional dan KASAL CUP Water Sport 2025 kembali mempertegas peran Kepri sebagai daerah penyumbang atlet olahraga air nasional. Prestasi ini juga dilengkapi medali perunggu dari kategori tim yang turut menghadirkan atlet binaan Kepri lainnya.

Ketua KONI Kepri Usep RS menyebut bahwa capaian tersebut tidak lahir dari kebetulan. Menurutnya, keberhasilan Jason merupakan hasil pembinaan panjang yang dilakukan melalui PSAWI Batam, yang telah lama menyiapkan atlet secara sistematis. “Kepri berbangga memiliki atlet seperti mereka. Konsistensinya, dari PON XXI Aceh-Sumut hingga Kejurnas 2025, menjadi indikator bahwa ia telah berkembang menjadi salah satu atlet terbaik di Indonesia,” kata Usep RS.

Usep menilai, emas yang diraih Jason tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga merupakan buah dari jam terbang yang terus bertambah melalui kompetisi resmi. Semakin sering bertanding, semakin matang mental dan karakter atlet dalam menghadapi tekanan. “Jason sudah membuktikan bahwa pengalaman bertanding adalah modal utama menuju level nasional,” ujar Usep.

Selain Jason, pelatih Alex Hanif juga mendapatkan pengakuan atas perannya. Tidak hanya pernah mengharumkan nama Kepri sebagai atlet, Alex kini menjadi motor pembinaan melalui pendampingan intensif terhadap atlet muda dan rutinitas mengikuti berbagai kejuaraan nasional sebagai ajang mengasah kemampuan. Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dari lahirnya prestasi.

Menurut Usep, pemanggilan Jason dan Alex untuk memperkuat Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 merupakan konsekuensi logis dari pembinaan konsisten dan keberanian mengikuti kompetisi. “Jam terbang itu penting, dan mereka sudah membuktikannya. Bukan sekadar talenta, tetapi pengalaman yang membentuk mereka hingga layak bergabung dengan Timnas,” ungkapnya.

Dalam proses pembinaan itu, keterbatasan sarana latihan justru membentuk karakter lebih tangguh. Latihan yang hanya mengandalkan sistem kabel tanpa speedboat, kata Usep, menjadi bukti bahwa semangat atlet dan pelatih Kepri lebih besar daripada kekurangan fasilitas. Ia menegaskan bahwa pembinaan yang tidak menyerah pada keadaan merupakan modal utama melahirkan atlet nasional.

Alex Hanif dan Jason

KONI Kepri menjadikan momentum ini sebagai dorongan bagi pemerintah dan pihak swasta untuk memperkuat infrastruktur olahraga air. Usep berharap keberhasilan Jason dan dedikasi Alex dapat memotivasi atlet lain di Kepri. “Pembinaan ini sudah membuktikan dirinya lewat prestasi. Tugas kita adalah menjaga agar sistemnya terus berjalan,” ujarnya.

Optimisme ditutup Usep dengan keyakinan bahwa Kepri memiliki masa depan cerah di olahraga air. Ia menyebut, capaian satu emas dan satu perunggu di Kejurnas 2025 bukan hanya kemenangan di podium, tetapi bukti keunggulan daerah kepulauan ini dalam menyiapkan atlet untuk level nasional bahkan internasional. “Investasi pembinaan atlet air adalah investasi masa depan olahraga Kepri,” pungkasnya

Pengurus PSAWI Batam dan Kepri Beri Apresiasi Tinggi

Ketua Pengprov PSAWI Kepulauan Riau, Nur Syafriadi

Ketua Pengprov PSAWI Kepulauan Riau, Nur Syafriadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi atlet ski air   Jason dan pelatih sekaligus atlet senior Alex Hanif, yang kini dipercaya bergabung memperkuat Tim Indonesia pada SEA Games Thailand 2025. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hanya kemenangan bagi atlet, tetapi juga kebanggaan bagi pembinaan olahraga air di Kepri. “Ini merupakan pembuktian bahwa Kepri mampu melahirkan atlet berkualitas nasional meski dengan banyak keterbatasan,” ujarnya.

Menurut Nur Syafriadi, prestasi Jason yang meraih emas di nomor wakeboard pada Kejurnas dan KASAL CUP Water Sport 2025, serta perunggu kategori tim, menjadi bukti nyata bahwa Kepri terus berkontribusi sebagai pemasok talenta olahraga air. Ia menekankan bahwa konsistensi Jason dan Alex telah menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan jangka panjang. “Kita patut bangga, keduanya tidak hanya bertanding, tetapi mewakili wajah pembinaan Kepri di kancah nasional,” tambahnya.

Ketua PSAWI Kota Batam Ardiwinata

Sementara itu, Ketua PSAWI Kota Batam Ardiwinata menilai keberhasilan tersebut menjadi dorongan besar bagi pembinaan di tingkat kota. Ia menyebut bahwa Batam kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat lahirnya atlet ski air berprestasi. “Kami bangga karena apa yang dilakukan di Batam mampu memberi dampak nasional. Ini menandakan bahwa pembinaan di daerah tidak boleh diremehkan,” tandas Ardiwinata.

Ardiwinata juga menyoroti fakta bahwa latihan  selama ini hanya mengandalkan fasilitas sederhana berbasis kabel, bukan speedboat profesional seperti di daerah maju lainnya. Namun kondisi itu, kata dia, tidak menjadi alasan untuk menyerah. “Fasilitas kami jauh dari ideal, tetapi semangat atlet dan pelatih jauh lebih besar dari kekurangan tersebut. Di sinilah karakter dan mental juara dibentuk,” jelasnya.

Kedua pimpinan PSAWI tersebut juga menilai dedikasi Alex sebagai pelatih patut diapresiasi secara khusus. Ardiwinata menyebut Alex tidak hanya mendampingi atlet, tetapi juga rela berjuang di tengah keterbatasan fasilitas dan pendanaan. “Alex itu bukan hanya pelatih, tetapi penggerak pembinaan. Tanpa sosok seperti dia, prestasi ini tidak akan lahir,” ucapnya.. (tjo/chr) 

Editor : Teguh Joko Lismanto 

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini