Konikepri.id – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) telah tuntas digelar pada 1 November 2025 dengan hasil menetapkan Surianto sebagai Ketua Umum PB.PSTI masa bakti 2025-2029, setelah unggul dengan 13 suara dari lawannya Rudianto Manurung yang mendapatkan 11 suara pada pemilihan.
Namun begitu, ada pihak yang tidak menerima hasil tersebut dengan berbagai argumen. Tuduhan tak berdasar tersebar liar menjadi fitnah. KONI Pusat menilai pelaksanaan sudah berjalan dengan baik.
“Pelaksanaan Munaslub PSTI kemarin telah berjalan dengan aman, baik, tertib dan lancar. Telah terpilih saudara Surianto secara demokratis,” demikian laporan Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI Purn Eko Budi Supriyanto.
Menanggapi isu yang beredar, KONI Pusat memberikan argumentasi jawaban bahwa Munaslub diikuti kedua belah pihak dan berjalan lancar hingga pemungutan suara. Seluruh kandidat mendapatkan suara dari pendukung masing-masing.
“Apabila ada masalah, rasanya tidak mungkin berlanjut hingga tahap pemungutan suara, kemudian terbukti ada pihak yang mendapatkan suara lebih tinggi dan berhak menjadi pemenang secara demokratis. Apabila memang ada masalah, semua pihak berhak menempuh jalur sesuai peraturan yang ada, yakni melalui BAKI, ” demikian ucap Kabid Organisasi KONI Pusat Eko Budi Supriyanto.
Dari 39 Provinsi termasuk IKN, PSTI telah memiliki Pengurus Provinsi (Pengprov) sebanyak 35 Provinsi. 35 Pengprov tersebut setelah diverifikasi dan divalidasi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), terdapat 11 Pengprov yang masa bakti kepengurusannya telah habis, dan ada yang tidak sesuai dengan AD/ART KONI Pusat maupun AD/ART PSTI itu sendiri. Sehingga Pengprov yang berhak memilih Ketua Umum PB.PSTI sejumlah 24.
“Semoga ke depan, kelompok yang tidak menerima dapat menyadari pentingnya persatuan dan prioritas pada prestasi atlet. Di sisi lain, kelompok yang mengemban amanah juga perlu merangkul, adapun organisasi olahraga bertujuan untuk mengantar atlet meraih prestasi yang membanggakan bangsa dan negara. Kepentingan kelompok perlu dikesampingkan demi Merah Putih,” tutup Eko Budi Supriyanto. (tjo) \
Editor : Teguh Joko Lismanto


