Konikepri.id – Pertandingan cabang olahraga (cabor) sepak takraw pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026 dipastikan memiliki keseruan tersendiri. Sebagai salah satu olahraga tradisional yang telah mengakar di tengah masyarakat, perkembangan sepak takraw di Kepulauan Riau semakin pesat dan kini menjadi salah satu cabor yang menarik untuk disaksikan langsung. Kehadiran pertandingan takraw di Tanjungpinang juga menjadi suguhan olahraga tersendiri bagi masyarakat maupun para pengunjung yang datang menyaksikan Porprov VI Kepri.
Persaingan dipastikan semakin menarik karena sejumlah atlet yang pernah memperkuat kontingen Kepri pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 akan kembali tampil membela daerah masing-masing. Tercatat tiga atlet asal Karimun, dua atlet dari Batam, dan satu atlet tuan rumah Tanjungpinang yang sebelumnya tampil di PON 2024, kini masuk dalam daftar atlet Porprov VI Kepri 2026. Pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal tersendiri untuk menghadirkan pertandingan berkualitas.
Kehadiran para atlet berpengalaman tersebut membuat persaingan antara Batam, Karimun dan Tanjungpinang diperkirakan berlangsung ketat. Masing-masing daerah tentu membawa misi untuk merebut medali emas sekaligus menunjukkan hasil pembinaan atlet di daerahnya. Bagi masyarakat Tanjungpinang, pertandingan takraw juga menjadi kesempatan menyaksikan langsung aksi atlet-atlet terbaik Kepri dalam permainan yang mengandalkan teknik, kelincahan, kekuatan, dan kerja sama tim.
Selain menjadi arena perebutan prestasi, sepak takraw di Porprov VI Kepri 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi olahraga tradisional sebagai bagian penting dari pembinaan olahraga prestasi di daerah. Permainan yang khas dengan aksi-aksi akrobatik dan smash keras tersebut diyakini mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang menarik. Karena itu, sepak takraw layak menjadi salah satu cabor yang masuk dalam daftar tontonan masyarakat dan pengunjung selama Porprov VI Kepri berlangsung di Tanjungpinang.
Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kepri, Syaiful Bahari mengatakan, peta persaingan pada Porprov kali ini diperkirakan lebih merata. Batam yang sebelumnya tampil sebagai juara umum cabang sepak takraw pada Porprov 2022 di Bintan, akan menghadapi tantangan dari Karimun dan Tanjungpinang.
Menurut dia, ketiga daerah tersebut memiliki peluang untuk meraih medali emas. Karena itu, pertandingan diperkirakan berlangsung sengit, terutama pada nomor-nomor yang menjadi andalan masing-masing daerah.
“Pada Porprov 2022 lalu di Bintan, juara umum sepak takraw diraih Batam. Untuk Porprov kali ini, perebutan medali emas diperkirakan akan berlangsung ketat antara Batam, tuan rumah Tanjungpinang, dan Karimun,” ujar Syaiful Bahri.
Cabang olahraga sepak takraw Porprov Kepri VI 2026 akan memperebutkan lima medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Dari total tersebut, tiga medali emas diperebutkan pada nomor putra, sedangkan dua medali emas lainnya berasal dari nomor putri. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 2–6 November 2026 di GOR PPLP Bintan Centre. Bagi PSTI Kepri, Porprov tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan daerah terbaik dalam perolehan medali.
Lebih dari itu, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bagi atlet-atlet potensial dari kabupaten dan kota untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang memperkuat tim Kepri pada kompetisi tingkat regional.
Syaiful berharap, melalui Porprov kali ini, akan muncul atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2027.
“Porprov ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga diharapkan melahirkan atlet-atlet berbakat dari kabupaten dan kota yang nantinya dapat diseleksi untuk memperkuat Kepri di Porwil 2027,” ujar Sekretaris PSTI Kepri tersebut.
Dengan kehadiran atlet berpengalaman di level nasional serta persaingan dari sejumlah daerah, cabang sepak takraw diperkirakan menjadi salah satu pertandingan yang menarik untuk disaksikan pada Porprov Kepri VI 2026. Batam berupaya mempertahankan dominasinya, sementara Karimun dan Tanjungpinang berpeluang membuat kejutan dalam perebutan medali emas. (tjo/humaspbporprov)


