Savate Indonesia Ukir Prestasi Dunia di Nepal, Raih Juara Umum Ketiga Asia

Konikepri.id – Cabang olahraga Savate kembali mencatatkan prestasi membanggakan bagi Indonesia. Kebanggaan tersebut saat 7 orang kontingen Indonesia sukses membawa pulang total 9 medali emas, 6 medali perak, dan 1 medali perunggu dari dua kejuaraan bergengsi tersebut. Bahkan, Indonesia berhasil meraih trophy Juara Umum III pada single event internasional tersebut.

Dari total raihan 16 medali, Provinsi Kepulauan Riau menjadi yang paling berbangga, karena 2 atlet diantaranya , sukses  meraih 2 medali emas dan 3 medali perak dalam ajang internasional yang digelar di Nepal.

Prestasi tersebut diraih dalam dua kejuaraan bergengsi, yakni 7th Asian Savate Championship 2026 dan Himalayan Open International Savate Championship 2026, yang diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia.

Aden (kiri) dan Dio

Setibanya di Bandara Hang Nadmi Batam , para atlet Savate disambut langsung oleh Agus P Hidajat selaku Wakil Ketum KONI Kepri mewakili Ketum KONI Kepri Usep RS. Agus Hidajat didampingi Wakabid Organisasi Deden Iwan Sukma serta Wakabid Humas KONI Kepri di Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (8/5/2026). Penyambutan dilakukan dengan pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan mereka membawa nama daerah dan Indonesia di pentas internasional.

Didampingi Sekum FSI Kepri Rozi Juhendra , Ketum Federasi Savate Indonesia Provinsi Kepri, Vera Hoendrawati yang membersamai rombongan mengatakan, Savate yang merupakan olahraga bela diri asal Prancis kini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan di Kota Batam Provinsi Kepri. Meski tergolong cabang olahraga baru, Savate mampu membuktikan kualitasnya lewat torehan prestasi di level Asia. “Dua atlet dari Kepri meraih 2 emas dan 3 perak, ini prestasi yang berhasil ditorehkan atlet dari Kepri yang mewakili Indonesia,” ujar Vera.

Vera merinci, di ajang 7th Asian Savate Championship 2026 kategori Assault, atlet Kepri berhasil mempersembahkan dua medali emas melalui:

– Aden Ramadan Widjaya – Medali Emas
– Claudio Cristian Ruitang – Medali Emas

Sementara pada Himalayan Open International Savate Championship 2026, atlet Kepri kembali menambah koleksi medali.

Kategori Assault:

– Aden Ramadan Widjaya – Medali Emas
– Claudio Cristian Ruitang – Medali Perak

Kategori Combat:

– Claudio Cristian Ruitang – Medali Perak

Secara keseluruhan, kontingen Savate Kepri berhasil membawa pulang total 5 medali, terdiri dari 3 emas dan 2 perak.

Prestasi ini mendapatkan apresiasi dari Ketum KONI Kepri Usep RS yang diwakili Wakil Ketua KONI Kepri Agus P Hidajat yang menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Kepri memiliki potensi besar di cabang olahraga bela diri. Ia berharap Savate terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.

“Kami mengapresiasi prestasi ini , karena saat ini tidak banyak cabang olahraga di Kepri yang mampu menorehkan prestasi di level internasional. Savate menjadi salah satu yang saat ini sangat membanggakan. Apalagi kepengurusannya belum genap satu tahun, tetapi sudah mampu menghasilkan medali internasional,” kata Agus P Hidajat.

Agus menambahkan, hasil dari kejuaraan di Nepal ini juga menjadi modal penting untuk menghadapi kejuaraan dunia yang akan digelar tahun ini. Dengan prestasi tersebut, Savate Kepri diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu cabor unggulan yang mengharumkan nama Batam, Kepri, dan Indonesia di masa mendatang.

Menurutnya, Savate di Batam belum lama berkembang, namun sudah mampu menunjukkan prestasi hingga tingkat internasional.

“Ini pencapaian yang membanggakan untuk Batam Provinsi Kepri . Savate masih tergolong baru, tetapi atlet-atletnya sudah mampu bersaing dan meraih prestasi di level internasional. Ini bukti kerja keras dan pembinaan yang baik,” ujarnya.

 

Atlet Savate Indonesia asal Batam Kepri Bersinar di Kejuaraan Asia 2026

Keikutsertaan Indonesia pada ajang 7th Asian Savate Championship dan Himalayan Open International Savate Championship 2026 di Kathmandu, Nepal, menjadi pencapaian membanggakan bagi olahraga Savate nasional. Dalam kejuaraan tingkat Asia dan internasional tersebut, kontingen Indonesia berhasil menunjukkan kualitasnya di tengah persaingan 16 negara peserta.

Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia (PP FSI) dipimpin langsung Ketua Umum Eko Puji Raharjo yang juga bertindak sebagai manajer tim. Indonesia mengirimkan total 15 orang yang terdiri dari official, pelatih, wasit juri, serta tujuh atlet terbaik untuk berlaga pada event yang berlangsung sejak 28 April hingga 5 Mei 2026 tersebut.

Hasilnya sangat membanggakan. Indonesia sukses membawa pulang total 9 medali emas, 6 medali perak, dan 1 medali perunggu dari dua kejuaraan bergengsi tersebut. Bahkan, Indonesia berhasil meraih trophy Juara Umum III pada single event internasional tersebut.

Pada ajang 7th Asian Savate Championship, Indonesia tampil dominan dengan meraih lima medali emas dan dua medali perak. Medali emas dipersembahkan oleh Meina Mutiarani, Zoya Felicia Valerie Sukirman, Aden Ramadan Widjaya, Claudio Cristian Ruitang, dan Zolla Kevin Bara Sukirman pada kategori Assaut.

Sementara itu, medali perak diraih Raka Natawija Raharjo dan Arya Dinuwijaya Raharjo. Torehan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Savate Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di level Asia.

Prestasi Indonesia kembali berlanjut pada Himalayan Open International Savate Championship. Dalam event ini, kontingen Merah Putih sukses merebut empat medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu dari kategori Assault dan Combat.

Menariknya, sejumlah atlet asal Kota Batam turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan Indonesia. Nama seperti Claudio Christian Ruitang dan Aden Ramadhan Widjaya berhasil tampil impresif dan menyumbangkan medali bagi Indonesia di tingkat internasional.

Tidak hanya atlet, Indonesia juga dipercaya mengirimkan wasit dan juri dalam kejuaraan tersebut, di antaranya Joshua Hamilton, Michael, Vera Hoendrawati, dan Neneng Mulyati. Kepercayaan internasional tersebut menjadi sinyal positif bahwa kualitas sumber daya manusia Savate Indonesia juga mulai diperhitungkan di Asia.

Prestasi di Nepal ini diharapkan menjadi momentum besar bagi perkembangan Savate di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau dan Kota Batam. Dukungan KONI serta pembinaan berkelanjutan diyakini akan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat membawa nama Indonesia bersinar di pentas dunia.

(tjo)

 

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini