PBVSI Kepri Matangkan Persiapan Porprov VI 2026

Konikepri.id – Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kepri menggelar Rapat Koordinasi Pengurus Provinsi (Rakorprov) 2026 di Gedung Graha Kepri, Sabtu 31 Januari 2026 siang. Forum ini difokuskan untuk mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI di Tanjungpinang, sekaligus merancang strategi peningkatan prestasi bola voli secara berkelanjutan.

Rakorprov dihadiri seluruh jajaran pengurus PBVSI Kepri, perwakilan pengkab/pengkot se-Kepri, pelatih, serta stakeholder voli. Pertemuan ini menjadi momentum penting menyinkronkan program kerja agar pembinaan atlet berjalan terarah dan target Porprov dapat dicapai secara maksimal.

Ketua PBVSI Kepri, Ririn Warsiti, menekankan bahwa Porprov VI 2026 harus dipersiapkan sejak sekarang dengan langkah konkret. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung utama untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menjaga tradisi prestasi voli Kepri.

“Porprov VI di Tanjungpinang tahun 2026 adalah target kita ke depan, yang harus dimulai dari sekarang,” ujar Ririn dalam sambutannya.

Ia menegaskan, PBVSI Kepri menargetkan mempertahankan tradisi emas sekaligus meningkatkan perolehan medali dibanding even sebelumnya. Upaya itu, kata dia, harus ditopang pembinaan atlet yang konsisten dan terukur.

Selain pembinaan, organisasi juga mendorong penyediaan sarana dan prasarana latihan yang memadai. Ririn menilai fasilitas yang baik akan mempercepat perkembangan teknik dan mental tanding atlet.

PBVSI Kepri juga memperkuat program pencarian bakat baru di seluruh kabupaten/kota sebagai bagian dari regenerasi. Dengan langkah tersebut, diharapkan kontingen voli Kepri tampil solid di Porprov VI 2026 dan mampu menjaga dominasi di tingkat provinsi.

PBVSI Kepri Susun Roadmap Jangka Panjang Menuju Panggung Nasional

Sekretaris Umum PBVSI Kepri, Amri, menegaskan bahwa rapat koordinasi provinsi tidak hanya membahas persiapan Porprov, tetapi juga merancang program jangka panjang peningkatan prestasi bola voli Kepri di tingkat nasional. Fokus utama diarahkan pada pembinaan usia dini sebagai fondasi utama mencetak atlet berkelanjutan.

Menurut Amri, penguatan sistem pembinaan usia dini menjadi prioritas melalui revitalisasi sekolah-sekolah bola voli (SSB) serta program pencarian bakat di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan regenerasi atlet berjalan sistematis dan merata di seluruh wilayah Kepri.

Selain itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juga menjadi perhatian serius. PBVSI Kepri berencana menggelar klinik pelatihan serta sertifikasi berkelanjutan agar kualitas pembinaan di lapangan semakin profesional dan mengikuti standar nasional.

Program pembinaan juga diperkuat dengan intensifikasi kompetisi berjenjang. Kalender pertandingan akan disusun mulai dari tingkat pelajar hingga umum, sehingga atlet muda memiliki ruang kompetitif untuk mengasah mental dan kemampuan sejak dini.

PBVSI Kepri turut memperkenalkan pendekatan sport science dalam program latihan. Aspek gizi, fisioterapi, serta penguatan kondisi fisik menjadi bagian penting agar atlet berkembang secara menyeluruh dan mampu bersaing di level lebih tinggi.

Di sisi lain, keberhasilan program tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri serta kemitraan dengan sponsor swasta terus dioptimalkan demi keberlanjutan pembinaan.

“Kita tidak hanya fokus pada satu even. Prestasi harus dibangun dari dasar, sistematis, dan berkelanjutan,” ujar Amri menegaskan arah kebijakan organisasi.

Ia menuturkan, Rakorprov ini menjadi langkah awal menyusun roadmap pembinaan bola voli Kepri ke depan agar nama daerah semakin disegani di arena PON maupun kejuaraan nasional lainnya.

Dengan semangat kebersamaan, PBVSI Kepri optimistis mampu memberikan kontribusi terbaik pada Porprov Kepri VI 2026 sekaligus mencetak atlet-atlet voli berkualitas yang siap mengharumkan nama daerah. (tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini