Target Prestasi Dunia, Kemajuan Sepak Takraw Jadi Fokus Utama Rakernas PB PSTI

Konikepri.id – Kemajuan dan arah baru pembinaan sepak takraw nasional menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI). Momentum ini menandai keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan sepak takraw tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga cabang olahraga berprestasi dunia.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi membuka Rakernas PB PSTI yang digelar di Hall Mahoni Hotel Claro, Makassar, Sabtu Januari 2026. Rakernas ini diharapkan menjadi titik tolak pembenahan menyeluruh organisasi dan peningkatan prestasi.

Sehari sebelumnya, Marciano Norman juga telah melantik Ketua Umum PB PSTI masa bakti 2025–2029, H. Surianto, beserta jajaran pengurus, yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar. Pelantikan tersebut menjadi awal dimulainya kepemimpinan baru PB PSTI dengan agenda transformasi yang tegas.

Dalam sambutannya, Marciano menegaskan bahwa sepak takraw memiliki akar kuat dalam budaya dan sejarah bangsa Indonesia. Namun ia mengingatkan bahwa kebanggaan tersebut harus dibuktikan dengan prestasi nyata di level internasional.

“Sepak takraw erat kaitannya dengan budaya dan sejarah bangsa Indonesia. Oleh karenanya, kita jangan hanya bangga karena berasal dari Indonesia, tetapi juga harus bangga karena prestasinya,” tegas Marciano.

Marciano juga meminta agar Rakernas dimanfaatkan sebagai forum komunikasi terbuka dan produktif. Ia berharap seluruh pengurus dapat merumuskan langkah bersama demi kemajuan sepak takraw Indonesia.

“Ciptakan suasana Rakernas yang komunikatif sehingga menghasilkan satu langkah bersama demi kebaikan PSTI,” pesannya.

Ketum KONI Pusat menekankan pentingnya persatuan dan tata kelola organisasi yang baik sebagai kunci keberhasilan. Menurutnya, sebaik apa pun program, tidak akan berjalan tanpa soliditas organisasi.

“Kunci keberhasilan dari segala keinginan, betul-betul harus persatuan,” ujar Marciano menegaskan.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat dan berani PB PSTI dalam melakukan transformasi organisasi, termasuk menginventarisir berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat kemajuan.

“Kunci untuk maju yang pertama, tata kelola organisasinya harus dibenahi. Manfaatkan Rakernas ini untuk meninjau kembali hal-hal yang sudah tidak tepat, termasuk yang masih tertuang dalam AD/ART,” sambungnya.

Ketua Umum PB PSTI H. Surianto

Sementara itu, Ketua Umum PB PSTI H. Surianto menyampaikan sambutan penuh optimisme. Ia menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan arahan dan garis besar kebijakan yang telah disampaikan KONI Pusat.

“Kami optimis dapat mencapai apa yang digariskan Bapak-Bapak sekalian. Terus terang, kami fokus sepenuhnya pada sepak takraw,” tegas Surianto di hadapan pengurus provinsi PSTI.

Sebagai bentuk komitmen, Surianto mengungkapkan telah mengundurkan diri dari sejumlah jabatan di organisasi olahraga lain, demi mencurahkan perhatian penuh pada pembinaan sepak takraw nasional.

Selain itu, Surianto juga menyampaikan progres teknis, termasuk seleksi pelatih nasional. Dari 24 calon pelatih, telah terpilih sembilan pelatih yang dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games dan kejuaraan dunia.

Rakernas PB PSTI ditutup dengan simbolisasi peluncuran enam inovasi program kerja unggulan, yang dilakukan bersama oleh Ketum KONI Pusat, Ketum PB PSTI, dan perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Enam program tersebut meliputi sekretariat PB PSTI di Gedung FX Senayan, Liga Sepak Takraw Indonesia, peluncuran AHU, website resmi PB PSTI, pengembangan Sepak Takraw Beach, serta pendirian PT Sepaktakraw Indonesia. (tjo)

Event
Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini