Konikepri.id – Langkah Daud Yordan memasuki dunia organisasi olahraga resmi dimulai dari ruang audiensi, bukan dari ring tinju. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029 itu bersama jajarannya menghadap Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Selasa, Januari 2026.
Daud Yordan terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kalbar setelah memenangkan 37 suara dalam Musorprov KONI Kalbar XIV Tahun 2025. Ia unggul tipis dari rekannya sesama anggota DPD RI asal Kalbar, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, yang meraih 31 suara, dari total 68 suara sah dengan satu suara dinyatakan tidak sah.
Bagi Marciano, Daud bukan sekadar ketua umum baru. Ia adalah simbol perjalanan lengkap seorang atlet: dari daerah, nasional, hingga internasional — dan kini mengabdi di ranah organisasi. “Saya harapkan perjalanan Daud Yordan yang mulai dari atlet, berprestasi dari daerah, nasional hingga internasional, kemudian dari KONI kabupaten menjadi KONI provinsi dan juga anggota DPD RI, harus kita dukung,” ujar Marciano mengapresiasi.
Marciano menegaskan bahwa KONI adalah ruang persatuan, bukan arena kepentingan kelompok. “KONI ini tempat kita mempersatukan bangsa melalui olahraga. Kiblat kita hanya Merah Putih. Silakan dari mana saja menjadi pengurus KONI, tapi kepentingan kelompok dikerjakan di luar KONI. Di KONI kita fokus pada prestasi yang membanggakan Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peran utama pengurus adalah melayani atlet. “Kita ini pelayan atlet,” katanya singkat namun tajam. Marciano bahkan mendorong agar olahraga dijadikan alat pemersatu Kalimantan Barat. “Persatukan Kalimantan Barat karena olahraga,” sambungnya.
Menurut Marciano, Daud telah membuktikan pengorbanannya. “Beliau sudah berkeringat, berdarah-darah membawa nama Kalimantan Barat dan Indonesia di dunia,” ujarnya. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan konkret, sembari mengingatkan KONI Kalbar untuk fokus mengembangkan cabang olahraga unggulan agar prestasi bisa tumbuh secara terarah dan berkelanjutan.

“Kita lihat Kalimantan Barat memiliki potensi besar, Veddriq Leonardo peraih medali emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panjat tebing pada Olimpiade Paris 2024 merupakan putra Kalimantan Barat,” kata Ketum KONI Pusat memotivasi Kebangkitan KONI Kalimantan Barat.
Peringkat Kalimantan Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi pekerjaan rumah yang dimaksud berat. Pasalnya, peringkat PON terus turun dari waktu ke waktu.
Pada PON XVIII/2012 Riau, Kalbar peringkat ke-16, turun ke peringkat ke-22 pada PON XIX/2016 Jawa Barat, selanjutnya kembali turun pada PON XX/2021 Papua menjadi peringkat ke-25, terakhir pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut menempati peringkat ke-26. Namun mampu menempati peringkat 15 pada PON Bela Diri/2025 di Kudus dengan 4 emas, 7 perak dan 19 perunggu.
Adapun KONI Kalbar juga perlu mempersiapkan kontingen pada multievent yang diselenggarakan KONI Pusat yang akan datang, mulai PON Bela Diri 2026 di Sulut, PON Pantai 2026 di Jakarta, PON Indoor serta PON Remaja tahun 2027 dan juga PON XXII/2028 di NTT-NTB.
Sekilas Daud Yordan
Daud Yordan merupakan kebanggaan keluarga besar KONI. Pertama, ketika masih memimpin KONI Kabupaten Kayong Utara ia terpilih menjadi anggota DPD RI, dengan suara sekitar 527 ribu.
Di Ring tinju, Daud juara dunia kelas ringan super IBA setelah mengalahkan petinju Argentina (KO) Hernan Leandro Carrizo pada 7 September 2024 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Sebelumnya Daud Yordan berhasil mempertahankan gelar WBC Asian Boxing Council Silver Super Lightweight 63,5 kg usai menang dari Panya Uthok di Balai Sarbini Jakarta pada 1 Juli 2022.
Sebelumnya pada 19 November 2021, ia menang atas Rachata Khaophimai di World Siam Stadium, Pattaya, Thailand. (tjo)


