Konikepri.id – Mewakili Pemerintah Provinsi Aceh, Sekretaris Daerah M. Nasir secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar Tahun 2025 di Hall Anggar, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (28/9/2025). Ajang ini diikuti para atlet anggar dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai wadah untuk unjuk prestasi sekaligus seleksi menuju kompetisi tingkat lebih tinggi.
Penyelenggaraan Kejurnas ini memanfaatkan venue peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, yang sebelumnya telah digunakan untuk cabang olahraga anggar. Kehadiran Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang diwakili oleh Waketum V Drs. Tursandi Alwi semakin menambah semarak acara pembukaan. Dalam kesempatan tersebut, KONI Pusat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan pengurus provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh atas penyelenggaraan yang dinilai sukses.
BACA JUGA : KONI Kepri Gelar Syukuran Sambut Pencabutan Permenpora 14/2024
Menurut Tursandi Alwi, keberadaan venue olahraga pasca-PON harus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk pembinaan atlet. Hal itu penting agar sarana dan prasarana tidak hanya berhenti pada event besar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas olahraga yang produktif. “Venue anggar PON XXI Aceh-Sumut 2024 sangat bagus, dan ini harus terus dimanfaatkan,” ujarnya.
KONI Pusat pun memberikan penghormatan khusus kepada Aceh karena mampu memanfaatkan warisan PON dengan baik. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain agar venue olahraga yang sudah dibangun bisa terus hidup dan bermanfaat bagi peningkatan prestasi atlet nasional.
BACA JUGA : Pelantikan KONI Kepri 2025–2029: Spirit Baru, Target Tinggi, Bonus Atlet Mengalir
Dengan adanya Kejurnas Anggar 2025 di Aceh, diharapkan lahir bibit-bibit atlet baru yang bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Aceh siap menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional maupun internasional di masa mendatang.
“Kehadiran saudara-saudara sekalian merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, karena Aceh kembali dipercaya menjadi tuan rumah sebuah ajang nasional. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan wajah Aceh yang ramah, sportif, dan penuh semangat persaudaraan,” terang Nasir.
Sekda Aceh menekankan bahwa olahraga bukan hanya soal perebutan medali, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai kerja keras, kedisiplinan, sportivitas, dan penghargaan atas usaha orang lain diharapkan mampu membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
BACA JUGA : Winda Dwi Puteri: Dari Kepri untuk Indonesia, Menembus Dunia Lewat Taekwondo
Kejurnas Anggar 2025 ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang kelak mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun dunia.
Pada pembukaan Kejurnas, Sekda juga berpesan kepada para atlet agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play, sementara para wasit dan juri diminta untuk menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tidak memihak. Nasir yang juga tokoh Anggar nasional ajak atlet junjung sportivitas.
Melihat penyelenggaraan yang begitu siap, Tursandi sampaikan apresiasi. “KONI Pusat menyambut baik kompetisi ini, kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB. IKASI) di bawah kepemimpinan Bapak Agus Suparmanto, Pemprov Aceh serta Pengprov Aceh selaku tuan rumah dan juga seluruh Pengprov peserta yang telah mempersiapkan atlet-atletnya dengan baik,” jelasnya.
BACA JUGA : Semangat Juang Tak Terbendung! Karateka FORKI Kepri M Fadhil Wiryadinata Rebut Perak di Kejurnas Riau
Anggar merupakan cabang olahraga Olimpiade sehingga Indonesia membutuhkan prestasi gemilang di tingkat dunia ke depan. Kepada para peserta, Tursandi berpesan untuk terus tingkatkan performa di samping junjung persatuan serta persaudaraan.
“Selamat bertanding, tunjukan kepercayaan diri maksimal, lakukan yang terbaik, junjung sportivitas dan jalin persaudaraan antar sesama atlet,” terang Tursandi.
“Pasca pertandingan saya berharap agar dilakukan evaluasi program pembinaan dengan melibatkan penerapan Sport Science,” lanjutnya.


