Konikepri.id – Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepulauan Riau resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Kepri 2026 yang berlangsung di GOR Banda Baru Batam, Jumat (25/9/2026). Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet bulutangkis di Provinsi Kepri.
Pembukaan Kejurprov PBSI Kepri 2026 dihadiri jajaran KONI Provinsi Kepri, di antaranya Syawaludin, serta Herianto selaku Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kepri. Hadir pula Ketua Pengprov PBSI Kepri H. Sukriadi, SE, bersama jajaran pengurus dan panitia pelaksana.
Kejurprov PBSI Kepri 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 25-27 September 2026, dengan GOR Banda Baru Batam menjadi pusat pertandingan. Ajang ini diikuti atlet-atlet dari Pengurus Kabupaten dan Kota PBSI se-Kepulauan Riau.

Keikutsertaan atlet dari berbagai daerah tersebut membuat Kejurprov tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk melihat perkembangan pembinaan bulutangkis di masing-masing kabupaten dan kota. Persaingan antaratlet diharapkan berlangsung sportif sekaligus melahirkan bibit-bibit potensial untuk dibina lebih lanjut.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan persiapan dan barisan para atlet berdasarkan daerah masing-masing. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PBSI, serta pembacaan doa.
Setelah itu, panitia menyampaikan laporan pelaksanaan Kejurprov PBSI Kepri 2026. Laporan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet bulutangkis terbaik dari kabupaten dan kota di Kepri.
Ketua Pengprov PBSI Kepri H. Sukriadi, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kejurprov menjadi bagian dari proses pembinaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi daerah penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet.
“Melalui Kejurprov ini kita ingin melihat sejauh mana hasil pembinaan yang dilakukan di kabupaten dan kota. Kompetisi seperti ini harus terus dilakukan agar atlet memiliki pengalaman dan mental bertanding yang semakin baik,” ujar Sukriadi.
Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Kepri Usep RS melalui jajaran yang hadir memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Kejurprov sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi. KONI Kepri berharap kompetisi seperti ini mampu memperkuat kesinambungan pembinaan atlet dari tingkat daerah menuju level nasional.
Menurut Usep RS, pembinaan prestasi membutuhkan kompetisi yang terukur dan berkelanjutan. Karena itu, keberadaan Kejurprov diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertandingan, tetapi menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.
“Harapan kami, Kejurprov ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari Kepri. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses pembinaan, latihan, kompetisi dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten,” demikian harapan Usep RS.
Pembukaan Kejurprov PBSI Kepri 2026 kemudian ditandai dengan servis bulutangkis secara bersama-sama sebagai simbol dimulainya pertandingan. Setelah seremoni pembukaan selesai, para atlet langsung bersiap mengikuti rangkaian pertandingan sesuai nomor dan kategori yang dipertandingkan.
Dengan melibatkan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri, Kejurprov PBSI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan bulutangkis daerah sekaligus mempererat hubungan antarpengurus, pelatih dan atlet. Bagi PBSI Kepri, kejuaraan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun regenerasi atlet dan meningkatkan prestasi bulutangkis Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional. (tjo)


