Konikepri.id – Batam International Taekwondo 2026 akan menjadi magnet besar yang menarik perhatian dunia, dengan kehadiran atlet-atlet dari berbagai negara. Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga pertemuan lintas budaya yang menghadirkan semangat persaingan sehat di tingkat internasional.
Tercatat, peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, hingga Korea Selatan dijadwalkan ambil bagian. Kehadiran atlet mancanegara ini menjadi bukti bahwa Batam semakin dilirik sebagai tuan rumah event olahraga berkelas internasional.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 14 hingga 16 Mei 2026 ini akan digelar di atrium utama Pasifik Hotel Batam. Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan pertandingan akan tersaji, mempertemukan para atlet dalam perebutan poin dan peringkat resmi dari PB Taekwondo Indonesia.
Lebih dari sekadar pertandingan, event ini juga akan menggerakkan denyut kota Batam, dengan hadirnya ribuan orang mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat citra Batam sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang di kawasan regional.
Bayangkan, dalam satu waktu, Batam akan menjadi titik temu berbagai budaya, bahasa, dan semangat juang. Kota ini tidak lagi sekadar gerbang, tetapi panggung.
Penandatanganan MOU dan launching BITC 2026 digelar di salah satu ruangan IBIS Hotel sejak 29 Maret 2026.
Orang-orang dari berbagai latar belakang hadir: penyelenggara, pemerintah, pelaku usaha, hingga sponsor. Semua duduk dalam satu tujuan yang sama—mewujudkan event besar ini.
Ketua Pengprov Taekwondo Kepri, Master Kosasih, tidak menutupi rasa optimistisnya. Baginya, ini bukan sekadar event, tetapi momentum.
Lebih dari 2.000 peserta dalam negeri dan sekitar 300 peserta luar negeri akan datang. Angka itu bukan hanya statistik, tetapi juga peluang.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Batam melihat ini sebagai peluang strategis. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Batam, Zulkarnaen, menegaskan bahwa event seperti ini harus memberi dampak nyata.
Bukan hanya pertandingan, tetapi juga pergerakan ekonomi—hotel terisi, restoran ramai, transportasi bergerak.
Menariknya, panitia tidak hanya fokus pada pertandingan. Mereka juga memikirkan hal sepele seperti makanan atlet.
Setiap peserta akan mendapatkan meals box dengan nutrisi seimbang. Ini bukan sekadar konsumsi, tetapi bagian dari performa.
Peserta yang datang pada 12–13 Mei tidak langsung pulang. Mereka akan tinggal lebih lama, menikmati Batam, dan mungkin membawa pulang cerita.
Panitia pun menyiapkan paket wisata. Karena pada akhirnya, semua akan mengingat pengalaman mereka.
Di balik semua ini, ada kerja kolektif yang tidak terlihat. PT Abhi Keenan Wisata, sebagai co-organizer, mengoordinasikan banyak hal—hotel, transportasi, hingga pemandu wisata.
Semuanya bergerak bersama, agar ketika hari itu tiba, Batam benar-benar siap. (*)


