Konikepri.id – Pelantikan Ketua Umum KONI Kabupaten Natuna periode 2026–2030 berlangsung cepat dan penuh semangat kebersamaan. Fahmi SE resmi dilantik pada hari yang sama usai terpilih dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Natuna V Tahun 2026, menandai dimulainya babak baru pembinaan olahraga di wilayah perbatasan tersebut.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketum KONI Kepri Usep RS SE yang diwakili Waketum IV Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Razak AMd. Di Musorkab, dia didampingi Bendum KONI Kepri Dr Rini Elfina SE MSi dan Sekum KONI Kepri Dr. Suyono SE MBA MM.
Pelantikan dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga para ketua cabang olahraga se-Kabupaten Natuna. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi penegasan bahwa olahraga telah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Usei pelantikan, Fahmi menyebut amanah yang diemban bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab membangun karakter generasi muda melalui olahraga. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, transparansi, dan kerja nyata.
“Olahraga tidak hanya soal medali, tapi juga kebersamaan dan pembentukan karakter,” tegas Fahmi di hadapan para undangan. Ia mengajak seluruh pengurus dan pelaku olahraga bergerak dalam satu irama.
Sederet tugas besar sudah menanti kepengurusan baru. Salah satu fokus utama adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Tanjungpinang.
Fahmi menegaskan pembinaan atlet harus segera dipercepat agar Natuna mampu tampil kompetitif. Ia ingin setiap cabang olahraga memiliki program latihan terukur dan target prestasi yang jelas.
Selain Porprov, kepengurusan baru juga memprioritaskan pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, cabang olahraga merupakan dapur utama lahirnya atlet berprestasi yang harus terus dihidupkan.
Tantangan geografis Natuna sebagai daerah kepulauan terluar diakui menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Akses, fasilitas, dan distribusi kompetisi membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
Optimisme juga datang dari pemerintah daerah yang menyatakan kesiapan bersinergi. Dukungan lintas sektor dinilai penting agar olahraga Natuna mampu menembus level provinsi hingga nasional.
Pascapelantikan, Abdul Razak menyebut pelaksanaan musyawarah hingga pelantikan dalam waktu kurang dari 24 jam sebagai salah satu yang tercepat di Kepri, sekaligus mencerminkan soliditas komunitas olahraga Natuna.
“Kecepatan ini bukan sekadar administratif, melainkan sinyal kuat bahwa seluruh elemen olahraga Natuna siap bergerak bersama membangun prestasi. Kami menilai kekompakan antar cabang olahraga menjadi modal penting menghadapi agenda kompetisi ke depan,” kata Abdul Razak.
Abdul Razak bahkan mendorong Natuna menatap target lebih besar, termasuk peluang menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi di masa depan. Ia menyebut standar baru harus mulai dipasang sejak sekarang.
Contoh keberhasilan daerah lain di Kepri menjadi motivasi bahwa wilayah perbatasan pun mampu melahirkan atlet nasional. Natuna diyakini memiliki potensi serupa jika pembinaan berjalan konsisten.
Pelantikan ini sekaligus menjadi puncak rangkaian Musorkab yang berlangsung demokratis dan penuh nuansa kekeluargaan. Tema kebersamaan yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kerja kolektif.
Dengan kepengurusan baru, harapan besar kini bertumpu pada Fahmi dan jajaran KONI Natuna. Porprov November menjadi ujian pertama, sekaligus panggung pembuktian bahwa olahraga Natuna siap melangkah lebih jauh. (tjo)


